“Harapannya simpel aja sih, pengin lebih tenang ngejalanin hari-hari. Bisa lebih menghargai diri sendiri, kerja tetap jalan, tapi nggak lupa istirahat. Kalau target-target kecil bisa tercapai pelan-pelan, itu udah cukup buat gue,” kata Rizky.
Cerita serupa datang dari Nadya Putri. Di usianya yang 24 tahun, dia sudah rutin menyusun target tahunan. Bedanya, Nadya suka mengurutkannya dari yang paling kecil. Nabung Rp 1 juta per bulan, olahraga tiga kali seminggu, sampai ikut kelas online untuk upgrade skill.
Bagi Nadya, daftar itu bukan sekadar tulisan. “Kalau targetnya jelas, walaupun simpel, aku jadi lebih ke-track. Misalnya target olahraga, aku jadi lebih sadar kalau seminggu belum gerak sama sekali,” jelasnya. Itu yang bikin dia nggak gampang leha-leha.
Namun begitu, tidak semua orang sepakat dengan pendekatan penuh target seperti itu. Ambil contoh Bima Aji. Di usia 31 tahun, pria ini lebih memilih untuk mengalir.
Tapi jangan salah, mengalir bagi Bima bukan berarti tanpa arah. Dia tetap punya fokus, terutama soal keuangan dan kebutuhan pribadi. Nabung dana darurat lebih giat, mengurangi lembur, dan menyempatkan liburan setahun sekali adalah prioritasnya. Olahraga ringan seperti jogging di akhir pekan juga dia lakukan agar terhindar dari burnout.
“Alur kerja di kantor sering berubah-ubah. Jadi gue nggak mau terlalu kaku sama target. Yang penting ada arah umum, tapi tetap fleksibel kalau ada perubahan kondisi,” tutur Bima.
Jadi, mana yang lebih baik? Tampaknya, semuanya kembali pada kepribadian dan kondisi masing-masing. Yang penting, kita terus bergerak.
Artikel Terkait
PMI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Ribuan Rumah Korban Bencana Sebelum Ramadan
Menkes: Hanya Empat Puskesmas yang Masih Tertutup Lumpur Pascabencana
Awali Tahun dengan Semangat Baru, 7 Rekomendasi Drama Korea yang Hangat dan Menginspirasi
Warung Kopi dan Rasa Kemanusiaan: Kisah Bangkitnya Aceh Tamiang dari Sisa Lumpur