PMI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Ribuan Rumah Korban Bencana Sebelum Ramadan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:42 WIB
PMI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Ribuan Rumah Korban Bencana Sebelum Ramadan

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat lalu, suasana tampak sibuk. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) terlihat memuat berbagai peralatan ke atas kapal. Target mereka jelas: membersihkan ribuan rumah dari lumpur bencana di Sumatera dan Aceh sebelum bulan Ramadan tiba. Dengan begitu, warga bisa segera pulang dan jumlah pengungsi berkurang drastis.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang hadir di lokasi, menekankan bahwa fokus bantuan kali ini benar-benar pada kebersihan lingkungan. Khususnya, rumah-rumah warga yang masih terendam material sisa bencana.

“Nah inilah kebutuhan kita agar masyarakat, temanya ialah kebersihan agar kembali ke rumah. Kebersihan untuk kembali ke rumah, itu temanya. Dan itu harus selesai sebelum Ramadhan. Kita butuh waktu sebulan ini untuk bersihkan karena itu banyak sekali,”

Begitu penjelasan Kalla saat ditemui di tepi dermaga.

Menurutnya, pembersihan rumah ini adalah kunci. Selama rumah masih kotor dan tak layak huni, warga akan memilih bertahan di pengungsian. Ia membeberkan pembagian tugas. Pemerintah, lewat BNPB, akan fokus ke jalan dan fasilitas umum. Sementara PMI mengambil peran yang tak kalah berat: membersihkan rumah penduduk satu per satu.

“Itulah pengirimannya sesuai dengan temanya tadi, kebersihan untuk kembali ke rumah. Karena itu satu-satunya cara agar pengungsi berkurang. PMI itu membersihkan rumah, rumah-rumah. Puluhan ribu rumah harus dibersihkannya. Pengungsinya harus kerja, masyarakat harus kerja tapi kita menyiapkan peralatannya,”

lanjutnya.

Sebenarnya, ini bukan pengiriman bantuan pertama. Dua minggu sebelumnya, kapal pertama sudah lebih dulu berangkat. Pengiriman pada Sabtu (3/1) ini adalah tahap lanjutan, bentuk dukungan untuk fase pemulihan jangka panjang. Total bantuan yang dikirim kali ini mencapai sekitar 2.500 unit, sebuah angka yang tidak kecil.

Isinya beragam. Mulai dari 41 unit mini ekskavator, 200 unit jet cleaner atau alat semprot bertekanan tinggi, hingga puluhan ribu peralatan manual seperti pacul dan sekop. Tak lupa, puluhan tangki air ikut dikirim. Kalla punya alasan spesifik soal air ini.

“Kenapa contohnya juga dulu kita punya 60 tangki air untuk mengantar air bersih, sekarang kita kirim 30 untuk pembersihan rumah. Karena rumah, masjid, tempat ibadah tidak bisa dibersihkan hanya dengan cangkul. Harus dengan air dulu,”

katanya menegaskan.

Harapannya sederhana tapi ambisius: dalam satu hingga dua bulan ke depan, wilayah-wilayah terdampak sudah bersih dan warga bisa hidup normal kembali di rumah mereka sendiri.

“Jadi saya harap dalam satu bulan atau dua bulan semua daerah sudah bersih dan mereka kembali ke rumah. Yaitu tema atau tujuan daripada pengiriman ini. Besar sekali. Saya kira 2.600 ton,”

tutup Kalla, mengakhiri penjelasannya di tengah hiruk-pikuk pelabuhan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar