"Meski di awal waktu di jam-jam 7 (malam) itu kita sudah coba tertibkan, tapi kan penjual, dan kita, kita apa ya, kita amankan untuk tidak apa menjual. Tapi kan memang alas duduk itu kan bisa dengan mudah diselundupkan ya dalam tanda kutip. Jadi tidak yang, tidak yang terlihat dia sebagai barang jualan," ucapnya.
Upaya lain pun dilakukan. Petugas mengimbau lewat radio dan secara langsung agar pengunjung tidak membeli alas plastik. Sayangnya, imbauan itu tak sepenuhnya dipatuhi.
"Kita imbau lewat radio, lewat petugas, tapi tetap, tetap mereka (membeli). Ya nggak masalah deh, maksudnya tapi kemudian kita imbau juga pada saat alas plastik itu bisa kemudian mereka bawa pulang seperti itu. Dan kemarin juga tetap ada tapi tidak yang kemudian masif menumpuk secara sembarangan seperti itu," paparnya.
Hujan Bikin Ramai Sepi
Suasana ramai itu tak berlangsung lama. Di hari pertama tahun 2026, tepatnya siang hari sekitar pukul 14.30, keramaian sempat meningkat. Namun, hujan yang turun kemudian membuat suasana berubah. Pengunjung pun mulai berkurang drastis.
"Mungkin ya, ya ini salah satu faktor untuk kemudian pengunjung menjadi mungkin membatalkan niatnya untuk jalan-jalan di Malioboro," tutur Anggi.
Secara keseluruhan, liburan Nataru kali ini tetap menyedot minat luar biasa. Sejak liburan dimulai, total pengunjung yang memadati Malioboro diperkirakan sudah mencapai angka fantastis.
"Kalau kami (hitung) masih sampai di kisaran 1,5 juta, 1,4 juta," pungkasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Gelombang Solidaritas di Jembatan Galata: Istanbul Tolak Diam Atas Gaza
Hari Kedelapan Pencarian: Basarnas Perpanjang Misi Selamatkan Pelatih Valencia dan Anaknya di Labuan Bajo
Kediri Bertumbuh: Dari Sunyi Goa hingga Riuh Pesantren
Tawuran di Terowongan Manggarai Ricuh, Kembang Api dan Pecahan Kaca Bikin Pengendara Terjebak