Menyambut libur Natal dan tahun baru, suasana Malioboro tak hanya ramai oleh wisatawan. Pemerintah Kota Yogyakarta ternyata juga menyiagakan penjaga tak kasat mata di beberapa sudut: Automated External Defibrillator atau AED, alat kejut jantung otomatis yang bisa menyelamatkan nyawa.
Kalau kamu melintas di Teras Malioboro 1, coba perhatikan sebuah kotak persegi panjang setinggi orang dewasa. Di sanalah salah satu alat itu disimpan. Letaknya di bagian atas kotak, sementara di bawahnya terpampang petunjuk penggunaan yang cukup jelas.
Menurut Ima, salah seorang sekuriti di lokasi tersebut, alat ini merupakan bantuan dari pemkot.
"Ini setiap hari di sini. Ini dari pemerintah," ujarnya saat ditemui wartawan pada Kamis (1/1).
Untungnya, di musim liburan yang padat ini, alat tersebut belum perlu digunakan. Ima mengaku belum ada satu pun wisatawan yang mengalami keadaan darurat hingga memerlukan AED.
"Belum ada (yang menggunakan)," katanya singkat.
Nah, buat masyarakat atau pengunjung yang membutuhkan, caranya gampang. Datangi saja petugas keamanan terdekat. Alatnya sendiri sudah dilengkapi panduan, jadi bisa langsung dipakai dalam situasi kritis.
Kebijakan penempatan AED ini bukan tanpa alasan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan alasannya.
"Alat pacu jantung (kejut jantung) kita sediakan di lima titik," jelas Hasto di Balai Kota, Rabu (17/12) lalu.
"Karena kalau Malioboro crowded sekali, pernah ada kejadian serangan jantung, maka alat pacu jantung itu adanya tidak di posko (kesehatan) tapi di titik yang mudah diakses," tambahnya, menekankan pentingnya akses yang cepat.
Lokasinya sendiri tersebar. Selain di Teras Malioboro 1, alat serupa bisa ditemui di Plaza Malioboro, Taman Malioboro, hingga Teras Malioboro 2. Menariknya, alat ini cukup cerdas. Ia dilengkapi panduan suara dan hanya akan mengeluarkan setrum jika benar-benar mendeteksi henti jantung. Jadi, tak perlu khawatir salah pakai pada orang yang sehat.
Selain AED, pemerintah juga tak lupa menyiapkan tiga pos kesehatan. Titiknya ada di dekat Tugu Yogya, yakni Puskesmas Jetis, lalu Pos Teteg di utara Malioboro, dan tak ketinggalan di Titik Nol Kilometer. Persiapan yang terlihat cukup komprehensif untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan di tengah keramaian.
Artikel Terkait
Menlu Tegaskan Misi TNI di Gaza Murni Kemanusiaan, Bukan Operasi Militer
Polri Minta Maaf, Oknum Brimob Diduga Tewaskan Warga di Maluku
Ray Rangkuti Apresiasi Ekspose Uang Sitaan Rp6,6 T sebagai Edukasi Antikorupsi
Lakers Kalahkan Clippers 125-122 Berkat Aksi Gemilang Doncic dan Reaves