Dalam sebuah rapat terbatas Kamis lalu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, langsung menyampaikan laporan mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporannya soal kondisi wilayahnya yang masih babak belur pascabanjir dan longsor akhir November tahun lalu. Situasinya, kata dia, memang parah.
Ribuan rumah warga hancur. Bahkan, banyak yang hilang begitu saja diterjang air dan tanah. Prioritas utama saat ini jelas: bagaimana caranya agar warga punya tempat tinggal layak lagi.
“Kami juga mohon bantuan. Pertama untuk perumahan Huntap,” ujar Armia.
Ia lalu memaparkan data yang dikumpulkan dari para kepala desa. Angkanya cukup mencengangkan.
“Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit.”
“Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah huntap atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit,” lanjutnya, merinci total kebutuhan yang mendesak.
Artikel Terkait
Gudeg Rp 85 Ribu di Malioboro Bikin Netizen Heboh, Begini Tanggapan Pejabat
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026