SBY Mulai Terganggu Ijazah Jokowi
Somasi 3×24 Jam Budhius M Piliang
Kenapa tak Langsung Saja Jokowi?
Oleh: Erizal
Baru sehari video Andi Arief beredar. Isinya peringatan keras buat siapa saja yang berani mengaitkan SBY dengan kasus ijazah Jokowi. Tapi hari ini, surat somasi sudah meluncur. Sasaran utamanya: Budhius M Piliang. Dokumen itu langsung ramai di media sosial.
Budhius sendiri dikenal sebagai host di channel YouTube Unpacking Indonesia milik Zulfan Lindan, mantan politikus NasDem itu. Dari gaya bicaranya, Budi terlihat yakin betul bahwa SBY punya peran di balik gosip ijazah. Alasannya sederhana: Roy Suryo, yang jadi penggugat, adalah mantan petinggi Partai Demokrat.
Saya sendiri sudah lama ikutin channel itu. Awalnya, narasi yang dibawa Budi dan Zulfan terbilang cukup objektif. Tapi belakangan, ada pergeseran yang cukup kentara. Channel Unpacking Indonesia makin terasa pro-Jokowi. Apalagi setelah Zulfan Lindan terlihat duduk di barisan depan Kongres PSI, pas Jokowi lagi pidato. Rasanya, pilihan politik mereka sudah jelas.
Padahal, kalau mau jujur, yang seharusnya dapat somasi pertama kali ya Jokowi sendiri. Kenapa? Dialah yang pertama kali melempar isu tentang “orang besar” di belakang Roy Suryo. Istilah itu kemudian dipertegas oleh Ade Darmawan di KompasTV, yang menyebut ciri-cirinya: orang berbaju biru, badannya besar.
Ungkapan “badan besar” itu seperti sengaja diarahkan ke SBY. Meski sempat dibantah Jokowi, rumor itu tak juga hilang. Malah makin kencang setelah anggota DPR dari Demokrat, Benny K Harman, berkomentar. Dia membandingkan sikap Arsul Sani yang dengan enteng membuka ijazahnya, dengan Jokowi yang justru terkesan tutup-tutupan.
Jokowi kembali mengulang isu “orang besar” itu dalam wawancara eksklusif di Kompas TV awal Desember. Tapi saat ditanya siapa orangnya, jawabnya berbelit. Seolah semua orang sudah tahu. Dan di benak pendukungnya, targetnya tetap dua: SBY dan mungkin Megawati.
Lucunya, SBY sendiri tak pernah satu kata pun mengomentari isu ijazah ini. Megawati cuma sekali, itupun di awal. Intinya sederhana: kalau punya ijazah, ya buka saja. Tapi kemudian hadir Beathor Suryadi dengan diksi khas Pasar Pramukanya, yang membuat PDIP kembali terseret ke pusaran isu.
Nah, somasi ke Budhius M Piliang ini membuktikan satu hal: rumor tentang SBY masih hidup dan dipercaya oleh sebagian kalangan. Apalagi Budi ini tokoh baru yang lagi semangat-semangatnya. Zulfan Lindan juga.
Padahal, sebenarnya kasus ijazah ini bisa selesai dalam sekejap. Cukup oleh Jokowi sendiri, tanpa perlu menyebut nama orang lain. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Jokowi enggan menyelesaikan, tapi pihak lain yang disalahkan. Presiden Prabowo pun sempat ikut terseret. Bikin heran saja.
Alasan yang dikeluarkan pun terdengar usang. Proses hukum berjalan, delapan orang sudah jadi tersangka, tapi ijazahnya sendiri belum juga diuji keasliannya secara terbuka. Mereka berlindung di balik pernyataan Rektor UGM, tapi dokumen fisiknya tak kunjung diperlihatkan. Padahal, kalau memang asli, ya tak mungkin berubah jadi palsu hanya karena dilihat orang. Begitu, kan?
Surat Somasi Terkai Kampanye Negatif Pak SBY di Medsos. @Andiarief__ @ongen_id pic.twitter.com/IGR8f8ppgV
— Donna Sorenty Moza (@donamoza84) December 31, 2025
Untuk keadilan, jika tidak dihentikan maka Pak @SBYudhoyono akan mensomasi pihak-pihak yang menyebar fitnah yang masif seakan beliau berada di belakang isu ijazah palsu. pic.twitter.com/CZVf3Vs8IA
— andi arief (@Andiarief__) December 31, 2025
Artikel Terkait
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Waduk Lamongan Saat Coba Tolong Teman
Delapan Rumah Hangus Terbakar di Permukiman Padat Makassar, Diduga Dipicu Mainan Api Anak
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Malam Ini
Bupati Bone Turun ke Pasar Pantau Harga Pokok Jelang Ramadhan