Jokowi kembali mengulang isu “orang besar” itu dalam wawancara eksklusif di Kompas TV awal Desember. Tapi saat ditanya siapa orangnya, jawabnya berbelit. Seolah semua orang sudah tahu. Dan di benak pendukungnya, targetnya tetap dua: SBY dan mungkin Megawati.
Lucunya, SBY sendiri tak pernah satu kata pun mengomentari isu ijazah ini. Megawati cuma sekali, itupun di awal. Intinya sederhana: kalau punya ijazah, ya buka saja. Tapi kemudian hadir Beathor Suryadi dengan diksi khas Pasar Pramukanya, yang membuat PDIP kembali terseret ke pusaran isu.
Nah, somasi ke Budhius M Piliang ini membuktikan satu hal: rumor tentang SBY masih hidup dan dipercaya oleh sebagian kalangan. Apalagi Budi ini tokoh baru yang lagi semangat-semangatnya. Zulfan Lindan juga.
Padahal, sebenarnya kasus ijazah ini bisa selesai dalam sekejap. Cukup oleh Jokowi sendiri, tanpa perlu menyebut nama orang lain. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Jokowi enggan menyelesaikan, tapi pihak lain yang disalahkan. Presiden Prabowo pun sempat ikut terseret. Bikin heran saja.
Alasan yang dikeluarkan pun terdengar usang. Proses hukum berjalan, delapan orang sudah jadi tersangka, tapi ijazahnya sendiri belum juga diuji keasliannya secara terbuka. Mereka berlindung di balik pernyataan Rektor UGM, tapi dokumen fisiknya tak kunjung diperlihatkan. Padahal, kalau memang asli, ya tak mungkin berubah jadi palsu hanya karena dilihat orang. Begitu, kan?
Surat Somasi Terkai Kampanye Negatif Pak SBY di Medsos. @Andiarief__ @ongen_id pic.twitter.com/IGR8f8ppgV
Untuk keadilan, jika tidak dihentikan maka Pak @SBYudhoyono akan mensomasi pihak-pihak yang menyebar fitnah yang masif seakan beliau berada di belakang isu ijazah palsu. pic.twitter.com/CZVf3Vs8IA
Artikel Terkait
Pengendara Motor Tewas Tabrakan dengan Bus Damri di Sarmi, Warga Sempat Blokir Jalan
Pakar Hukum Tegaskan Perampasan Kendaraan oleh Debt Collector adalah Tindak Pidana
Preman Parkir Liar Ancam Sopir Taksi Online di Pelabuhan Makassar, Pelaku Diamankan
Anggota KKB Buron Tujuh Tahun Terkait Penembakan Eks Kapolda Papua Ditangkap