Angka korban jiwa dari bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera terus merangkak naik. Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu, menurut catatan terbaru BNPB, telah merenggut lebih dari seribu nyawa.
Hingga Kamis kemarin, total korban meninggal sudah mencapai 1.157 orang. Sementara itu, tak kurang dari 165 orang masih dinyatakan hilang dan terus dicari.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan keterangan pers dari Graha BNPB di Jakarta Timur.
"Kami menemukan tiga jasad lagi di Aceh Utara," ujarnya. "Temuan ini menaikkan angka total korban jiwa dari 1.154 menjadi 1.157 per hari ini."
Di sisi lain, gelombang pengungsian masih sangat besar. Sekitar 380 ribu orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Rinciannya, Aceh menanggung beban terberat dengan lebih dari 356.000 pengungsi. Sumatera Utara menampung sekitar 13.770 jiwa, sementara di Sumatera Barat angka pengungsian mendekati sepuluh ribu orang.
Menurut Abdul Muhari, operasi pencarian tak akan berhenti. Upaya itu digencarkan demi memastikan daftar nama yang hilang bisa berkurang.
"Kami akan terus mencari," pungkasnya. "Target kami sederhana: meminimalkan angka dalam daftar pencarian orang hilang itu sebisa mungkin."
Artikel Terkait
KAMMI Serahkan Hasil Panen Beras Sambas ke Mentan, Buktikan Peran Pemuda dalam Ketahanan Pangan
IHSG Melemah Tipis, Analis Soroti Level Kunci 8.170 untuk Tren Berikutnya
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan
Komisi III DPR RI Kutuk Keras Kematian Nizam, Polres Sukabumi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan