Tak cuma soal kehadiran fisik, Prabowo juga memastikan dukungan anggaran tidak main-main. Pemerintah, katanya, sudah menyiapkan dana yang cukup besar untuk pemulihan. "Kita akan habis-habisan membantu. Anggarannya sudah disiapkan," janjinya.
Rapat koordinasi itu sendiri digelar dalam agenda peninjauan pembangunan 600 unit dari total 15 ribu rumah hunian yang direncanakan Danantara. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, juga hadir mendampingi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang membuka rapat menyebut, pertemuan dihadiri tidak hanya oleh sepuluh menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, tapi juga oleh 15 direktur utama BUMN. Suasana terlihat cukup padat.
Di antara yang hadir, terlihat sejumlah nama besar. Ada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menkumham Prasetyo Hadi, hingga Mendagri Tito Karnavian. Dari kalangan militer, hadir Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Juga tampak Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Kehadiran mereka seperti ingin menegaskan bahwa penanganan bencana ini dilakukan dengan melibatkan semua lini, meski status 'bencana nasional' sengaja tidak diangkat.
Artikel Terkait
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026
Diplomasi Digital: Perlukah Indonesia Ambil Alih Kendali Data Warganya?