ACEH TAMIANG - Udara di lokasi pembangunan rumah hunian Danantara terasa panas, tapi Presiden Prabowo Subianto tampak fokus. Di hadapan para pejabat dan warga, ia kembali menjelaskan keputusan pemerintah yang menuai tanya: kenapa bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak ditetapkan sebagai bencana nasional? Jawabannya, menurut Prabowo, sederhana: negara dinilai masih sanggup menanggulanginya sendiri.
"Masih ada yang mempersoalkan, kenapa tidak bencana nasional?" ujar Prabowo, Kamis (1/1/2026).
"Masalahnya, kita punya 38 provinsi. Bencana ini berdampak di tiga provinsi, sementara 35 provinsi lain masih ada. Jadi, selama untuk tiga provinsi ini kita sebagai bangsa mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," lanjutnya.
Penjelasan itu disampaikannya bukan tanpa dasar. Meski status bencana nasional tidak dicanangkan, Prabowo menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap korban dan kerusakan di Sumatera sangatlah serius. Buktinya, bisa dilihat dari kehadiran para menteri di lokasi.
"Tetapi tidak berarti kita memandang sebelah mata. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini?" tanyanya retoris.
"Dua sedang di Aceh Utara. Sepuluh menteri lainnya ada di Aceh sekarang. Itu menunjukkan komitmen kita," tegas Presiden.
Artikel Terkait
Setengah Juta Orang Serbu Jogja di Malam Tahun Baru, Sampah Justru Turun
Longsor Mengganas: Bencana Paling Mematikan Sepanjang 2025
Ribuan Pengunjung Ragunan Terjebak Macet Usai Serbu Hari Pertama 2026
Diplomasi Digital: Perlukah Indonesia Ambil Alih Kendali Data Warganya?