Di Aceh Tamiang, Kamis lalu, Presiden Prabowo Subianto tampak menyampaikan sedikit kegelisahannya. Ia menyoroti sejumlah pihak yang, menurutnya, tak henti-hentinya mengkritik penanganan bencana di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Padahal, di lapangan, upaya pemulihan terus digenjot.
Menurut Prabowo, ada kecenderungan yang kurang sehat dari beberapa komentator. Mereka selalu memandang kegiatan pemerintah dari sudut pandang negatif. “Kadang-kadang sayang monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator, dan sebagainya yang selalu melihat kegiatan Bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah, dari sudut yang negatif,” ujarnya.
Ia merasa pihak-pihak itu seolah terus mencari-cari kesalahan. Padahal, maksud kedatangan pemimpin ke lokasi bencana jelas: untuk melihat masalah secara langsung.
“Kita datang bukan untuk kita ingin sekadar untuk melihat, tapi kita datang melihat untuk mengetahui masalah,” tegas Prabowo dalam rapat terbatas itu.
Sebagai contoh, ia menyebut kritik terhadap menteri yang datang ke daerah terdampak. Hal itu membuatnya tak habis pikir.
“Jadi kalau ada saya pernah dengar ada kritik untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat...”
Artikel Terkait
Korban Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 1.157 Jiwa, Ratusan Ribu Mengungsi
Malam Tahun Baru Berubah Tragis: Kebakaran Bar di Crans Montana Tewaskan Puluhan
Prabowo Izinkan Pengerukan Besar-besaran untuk Pulihkan Sungai Sumatera
Di Balik Efisiensi AI Kesehatan, Ancaman Privasi Pasien Mengintai