Kawasan Monas pagi itu sudah ramai. Hari pertama 2026, libur panjang dimanfaatkan banyak keluarga untuk keluar rumah, mencari udara segar di ruang publik. Dan seperti biasa, Monumen Nasional tetap jadi magnet utama. Sejak pagi buta, ikon Jakarta ini sudah dipadati orang.
Suasananya pelan tapi ramai. Di bawah rindangnya pepohonan, keluarga-keluarga menggelar tikar dan bekal. Anak-anak berlarian tertawa, sementara orang tuanya duduk bersantai menikmati angin sepoi-sepoi. Di mana-mana terlihat orang berfoto, mencoba mengabadikan momen kebersamaan di sekitar tugu yang menjulang itu.
Namun begitu, ada satu pemandangan yang tak pernah absen: antrean. Antrean panjang mengular menuju pelataran puncak Monas. Wahana yang menawarkan pemandangan Jakarta dari ketinggian ini jelas masih jadi favorit, meski untuk mencapainya, pengunjung harus rela menunggu cukup lama.
Rohmah, seorang warga Tangerang, termasuk yang datang paling awal. Dia dan keluarganya sudah berada di lokasi jauh sebelum loket dibuka.
“Tadi nyampe sini belum banyak orang. Cuma nunggu bukanya jam 10. Saya dari jam 9 kita sudah di sini,” ujarnya.
Bagi Rohmah, Monas sebetulnya bukan tempat baru. Tapi libur Tahun Baru ini dia anggap momentum tepat untuk mengajak anak-anaknya berwisata ke pusat kota, sekaligus mengenalkan mereka pada Monas.
“Iya, pengin jalan-jalan. Lagi pengin ke sini anaknya. Ke Ragunan sudah bosan (anak-anak), biar tahu Monas,” katanya sambil tersenyum.
Di sisi lain, antrean yang panjang itu menarik perhatian pengunjung lain, Adi. Menurutnya, sebenarnya antrean bisa lebih cepat kalau pengunjung paham aturannya.
“Iya satu aja perwakilan. Intinya tadi yang ngantre kan satu orang aja, mau bawa 50 orang (rombongan) ya yang 49 nunggu dulu. Kalau kebanyakan pada ikut ngantre semua jadi uyek-uyekan (berdesakan) begitu,” ungkapnya, menggambarkan kerumunan yang sempat terjadi.
Begitulah hari pertama tahun baru di Monas. Tempat ini sekali lagi menjadi saksi bisu bagaimana warga menghabiskan waktu bersama orang terkasih. Cukup dengan berjalan kaki, sedikit bersabar menunggu, dan menikmati momen sederhana yang justru seringkali paling berkesan.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan
Komisi III DPR RI Kutuk Keras Kematian Nizam, Polres Sukabumi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan