Kalau kritik dianggap keliru, jawablah dengan argumen, bukan ancaman. Kalau terasa keras, lunakkan dengan penjelasan. Teror tidak akan pernah menghilangkan kritik; ia hanya memendamnya. Dan kritik yang terpendam itu suatu saat bisa meledak jadi masalah lebih besar.
Mengajak dialog artinya membuka diri pada kemungkinan salah. Memang tidak gampang, karena seringkali melukai ego. Tapi justru di situlah letak kedewasaan. Pihak yang kuat bukan yang jago menakut-nakuti, melainkan yang mampu mendengarkan kritik tanpa merasa terancam.
Janganlah kita ciptakan suasana horor dalam kehidupan nyata. Jangan buat pengkritik merasa diawasi atau ditekan. Cara-cara menyeramkan cuma akan tinggalkan luka dan rasa tidak adil. Sebaliknya, dialog yang terbuka bisa menumbuhkan kepercayaan, meski perbedaan pendapat tetap ada.
Pada akhirnya, kritik adalah bagian dari demokrasi. Ia adalah wujud kebebasan berpikir dan upaya perbaikan. Kalau kritik dibungkam dengan teror, yang rusak bukan cuma hubungan antarorang, tapi juga nilai-nilai kemanusiaan kita. Kita semua akan rugi karena kebenaran kehilangan ruang untuk disuarakan.
Makanya, penting bagi siapa pun individu, kelompok, apalagi pemegang kekuasaan untuk menahan diri dari aksi intimidatif. Jangan teror pengkritik. Jangan ciptakan keadaan mencekam. Ajaklah mereka duduk bersama, berdialog, dan bahas persoalan dengan kepala dingin.
Dialog bukan tanda kelemahan, lho. Itu justru tanda kedewasaan. Dengan dialog, kritik bisa jadi jembatan menuju perbaikan, bukan sumber permusuhan. Kalau kita ingin masyarakat yang lebih adil dan manusiawi, pilihannya jelas: dialog, bukan teror; komunikasi, bukan intimidasi; saling menghormati, bukan rasa takut.
Rocky Gerung sendiri mengingatkan, upaya membungkam kritik lewat teror bakal berdampak buruk bagi pemerintahan sekarang di mata internasional. “Di era digital seperti sekarang, cara-cara mengendalikan opini publik melalui teror itu enggak jalan lagi. Satu yang diteror, yang lain juga akan bergerak,” jelasnya.
Dia menilai Presiden Prabowo mungkin kurang dapat informasi lengkap. “Mungkin mereka yang di samping Presiden menganggap bahwa Presiden harus dilindungi dari informasi negatif, dan itu berbahaya,” ucap Rocky.
Yang dikhawatirkannya, praktik pembungkaman ini akan menghubungkan pemerintahan sekarang dengan model kepemimpinan Orde Baru yang anti-kritik, atau era UU ITE sebelumnya. “Ketika kritik dibungkam, dia akan dihubungkan lagi dengan semacam model kepemimpinan Orde Baru yang anti kritik,” katanya.
Nah, loh.
(ed/jaksat/tom)
Artikel Terkait
Prabowo Awali Tahun Baru dengan Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
Prabowo Rayakan Malam Tahun Baru di Tengah Pengungsian Batang Toru
Dari London hingga Kyiv: Wajah Dunia Menyambut 2026
Tabrakan Sedan dan Bus TransJakarta Pagi Tadi di Bundaran HI