Kementerian Luar Negeri RI masih terus mengawasi dengan ketat situasi di Yaman. Fokus perhatian mereka ada di dua wilayah: Hadramout dan Al-Mahra. Keamanan di sana jadi prioritas.
Hadramout sendiri bukan wilayah sembarangan. Wilayah ini yang terluas di Yaman dan menyimpan cadangan minyak yang melimpah. Tapi bagi Indonesia, ada alasan lain yang lebih personal. Kota Tarim di Hadramout adalah semacam 'kiblat' ilmu agama bagi ribuan pelajar kita. Mereka masih belajar di sana hingga hari ini. Jadi, stabilitas di sana jelas sangat krusial.
Konflik di lapangan memang terus memanas. Baru-baru ini, Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kiriman senjata Uni Emirat Arab di pelabuhan Mukalla yang tak lain adalah bagian dari Hadramout. Insiden ini kemudian diikuti dengan keputusan UEA untuk menarik sisa pasukannya dari Yaman. Situasinya makin rumit.
Menanggapi hal ini, pemerintah Indonesia pun angkat bicara.
"Indonesia terus mengikuti dengan seksama perkembangan terkini di Republik Yaman dan mengapresiasi upaya lanjutan para pihak terkait untuk menjaga stabilitas dan keamanan, khususnya di wilayah Hadramout dan Al-Mahra,"
Demikian pernyataan resmi Kemlu yang diunggah di akun X mereka pada Kamis pertama di tahun ini.
Artikel Terkait
Afghanistan: Lima Tahun Tanpa Dentum Kembang Api di Malam Tahun Baru
Panas di Kaki: Tantangan Tersembunyi Sepatu Padel Menuju 2026
Tahun Baru 2026: Dentang Lonceng, Hening, dan Harapan di Tengah Luka
Pemuda Tahanan Meninggal di Medaeng, Berat Badan Anjlok Drastis