Surabaya Menyambut 2026: Dari Taman Bungkul yang Ramah Keluarga Hingga Keriuhan Jalan Tunjungan

- Rabu, 31 Desember 2025 | 23:24 WIB
Surabaya Menyambut 2026: Dari Taman Bungkul yang Ramah Keluarga Hingga Keriuhan Jalan Tunjungan

Malam pergantian tahun 2026 di Surabaya perlahan mulai terasa riuhnya. Sejak Rabu sore (31/12), titik-titik keramaian di pusat kota sudah ramai didatangi warga yang ingin merayakan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, arus lalu lintas di Bundaran Waru pintu masuk utama kota dari arah Sidoarjo terbilang lancar sekitar pukul delapan malam. Tidak ada kemacetan berarti. Kendaraan lalu lalang tanpa penumpukan yang mengkhawatirkan. Di sana, petugas gabungan mulai terlihat sibuk mengatur lalu lintas, mulai dari BPBD, Satpol PP, hingga Dishub.

Sementara itu, suasana berbeda terasa di Taman Bungkul. Ramai, tapi masih cukup nyaman untuk sekadar duduk-duduk. Mayoritas pengunjungnya adalah keluarga yang membawa anak-anak, menghabiskan waktu sambil menunggu detik-detik pergantian tahun. Di sepanjang area tengah taman, para pedagang berjejer menawarkan aneka barang: terompet warna-warni, mainan gelembung, sampai bola.

Farrel (18), salah satu pedagang terompet, mengaku sudah menjual empat buah sejak sore hari.

“Jualan terompet sejak 2022. Tadi mulai di Taman Bungkul dari sore sampai pukul 01.00 WIB dini hari nanti,” katanya.

Namun begitu, ia merasa penjualannya tahun ini agak menurun. Tahun sebelumnya, Farrel bisa menjual dua hingga tiga lusin terompet dengan mudah.

Kalau mau suasana yang lebih rame dan padat, coba datangi Jalan Tunjungan. Kawasan itu benar-benar hidup menjelang tengah malam. Trotoar kiri-kanan dipenuhi orang, kebanyakan anak muda dan keluarga. Tempat nongkrong dan kuliner hampir semuanya penuh. Aktivitasnya beragam; ada yang asyik swafoto, ada juga yang sekadar duduk santai di pedestrian, menikmati keriuhan.

Aprilia (22), asal Sidoarjo, memilih menghabiskan malam tahun barunya di sini bersama teman.

“Jalan-jalan saja sih sama pengin jajan juga di Jalan Tunjungan sampai nanti pergantian tahun,” ucapnya. Ia sudah ada di lokasi sejak pukul 21.15 WIB.

Tak ketinggalan, Jembatan Suroboyo juga jadi salah satu spot favorit. Karena memang khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda, suasana di sini lebih santai dan cocok untuk keluarga. Sekitar pukul sembilan malam, lampu di bagian tengah jembatan tiba-tiba padam. Lalu, pertunjukan air mancur dengan sorotan lampu yang menari-nari pun dimulai.

Para pengunjung langsung berhenti, menyaksikan. Tak sedikit yang langsung mengangkat ponsel, mengabadikan momen cahaya dan air yang bergerak indah itu. Suasana pergantian tahun di Surabaya, dengan caranya sendiri, sudah mulai menyala.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar