Gus Ipul: 400 Ribu Porsi Makanan dan Bantuan Tunai Mengalir untuk Korban Bencana Aceh-Sumatera

- Rabu, 31 Desember 2025 | 20:06 WIB
Gus Ipul: 400 Ribu Porsi Makanan dan Bantuan Tunai Mengalir untuk Korban Bencana Aceh-Sumatera

Upaya penanganan korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus digenjot. Kementerian Sosial tak bekerja sendirian; mereka menggandeng banyak pihak untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari masa darurat hingga nanti ketika pemulihan benar-benar dimulai.

Di lokasi bencana, saat ini beroperasi 42 dapur umum. Gus Ipul, Menteri Sosial, menjelaskan bahwa dapur-dapur ini adalah hasil kolaborasi dengan dinas sosial setempat dan juga inisiatif mandiri dari masyarakat. Kapasitasnya luar biasa, bisa menghasilkan ratusan ribu porsi makanan setiap harinya.

“Kita menyajikan lebih dari 400 ribu (porsi) setiap harinya. Ini terus kita lakukan sampai nanti waktu yang ditentukan,”

Ucap Gus Ipul dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 di Jakarta, Rabu lalu.

Menurutnya, layanan ini akan berlanjut sampai nanti bertahap beralih ke hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap). Transisi ini sudah dipersiapkan. Bahkan, Kemensos sudah menyiapkan sejumlah program pendukung untuk fase pascabencana.

“Kami dalam rangka memberikan layanan di Huntara dan Huntap sudah menyiapkan intervensi pascakedaruratan, mulai dari isian rumah, pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, maupun juga untuk dukungan pembelian lauk-pauk bagi keluarga yang terdampak,”

Jelasnya lebih lanjut.

Soal bantuan lauk-pauk, nilainya ditetapkan Rp15 ribu per orang per hari. Kalau dihitung per bulan, kira-kira Rp450 ribu. Tidak cuma itu. Ada juga bantuan isian rumah senilai Rp3 juta per keluarga untuk membeli perlengkapan rumah tangga. Tahap selanjutnya, ada lagi suntikan dana pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga.

Di sisi lain, Gus Ipul juga memberi kabar terbaru soal santunan untuk korban. Untuk korban meninggal, ahli waris akan menerima Rp15 juta. Sementara korban luka berat dapat Rp5 juta. Penyalurannya menunggu proses verifikasi dari pemda dan BNPB, tapi dipastikan akan berjalan.

“Ini simultan, ada yang sudah cairkan perproses sambil kita juga akan mempersiapkan pada masa-masa pasca kedaruratan,”

tuturnya.

Acara refleksi akhir tahun itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemensos. Tampak hadir Wamen Agus Jabo Priyono, Sekjen Robben Rico, serta para Dirjen seperti Supomo, Mira Riyati Kurniasih, dan Agus Zainal Arifin. Tak ketinggalan Irjen Dody Sukmono dan sejumlah pejabat eselon II.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar