Harapannya sederhana saja.
Proyek yang Tak Bertahan Lama
Pendapat serupa datang dari Sutardjo (76), warga yang sudah tinggal di sana sejak 2006. Menurutnya, kerusakan itu bermula dari proyek galian pipa yang sudah lama selesai. Masalahnya, perbaikan yang dilakukan tidak bertahan lama.
Ia punya harapan yang sama dengan warga lainnya.
Wahidin (56), seorang pedagang bubur kacang hijau di sekitar lokasi, punya analisis sendiri. Ia menilai kualitas pengerjaan pasca-galian yang asal-asalan jadi biang keladi.
Dugaan kuatnya, pemadatan tanahnya tidak memenuhi standar. Ditambah lalu lintas kendaraan berat, jalan pun ambles kembali.
Retakan dan amblesan itu, kata Wahidin, sudah dibiarkan begitu saja dalam waktu yang lama. Meski belum ada laporan kecelakaan serius, potensi bahayanya tetap ada, terutama di kegelapan malam.
Jadi begitulah. Di tengah riuh lalu lalang kendaraan dan kesibukan warga, jalan rusak di Jalan Kelurahan Raya itu masih menunggu perhatian. Bagi mereka yang melintas setiap hari, perbaikan bukan cuma soal estetika. Ini soal rasa aman yang seharusnya didapatkan di depan rumah mereka sendiri.
Artikel Terkait
Dua Korban Luka Serius Usai Dikeroyok Diduga Oknum TNI-Polri di Kafe Toraja
PSM Makassar Siapkan 5.193 Tiket Online untuk Duel Sengit Kontra Persis Solo
Perajin Tegal Pangkas Ukuran Tahu Imbas Harga Kedelai Impor Melonjak
Selebrasi Ole Romeny Viral, Jadi Inspirasi dan Sorotan Publik