Suriah Luncurkan Lira Baru, Gambar Alam Gantikan Wajah Tokoh

- Selasa, 30 Desember 2025 | 06:40 WIB
Suriah Luncurkan Lira Baru, Gambar Alam Gantikan Wajah Tokoh

Damaskus bergerak. Di Istana Konferensi yang megah, Senin (29/12/2025) lalu, pemerintah Suriah akhirnya secara resmi meluncurkan mata uang baru. Acara kenegaraan itu dihadiri langsung oleh Presiden Ahmad al-Sharaa. Tak ketinggalan, Gubernur Bank Sentral Abdul Qader al-Hasriya juga hadir memimpin acara.

Di sana, mereka memamerkan lembaran-lembaran uang kertas yang sama sekali baru. Yang paling menarik perhatian tentu pecahan tertinggi, 500 lira. Di sana terpampang gambar bulir gandum dan seekor burung pipit. Menurut pihak bank sentral, simbol itu dipilih bukan tanpa alasan. Gambar gandum mewakili ketahanan pangan, sementara burung pipit melambangkan kehidupan itu sendiri.

Kalau dilihat lebih jauh, desain uang baru ini memang punya cerita. Mereka meninggalkan gambar figur individu. Sebagai gantinya, mereka mengusung simbol-simbol alam dan identitas kedaerahan yang kental. Tujuannya jelas: menciptakan identitas nasional yang lebih inklusif, merangkul semua.

Pecahan lainnya punya pesona masing-masing. Ambil contoh pecahan 10 lira, yang dihiasi mawar Damaskus dan kupu-kupu. Lalu ada 25 lira dengan murbei Damaskus dan burung pipit. Untuk 50 lira, gambarnya adalah buah jeruk khas pesisir dan laut Suriah. Sementara pecahan 200 lira menampilkan zaitun dari wilayah utara, ditemani kuda Arab murni yang gagah.

Nuansa artistiknya kuat sekali. Seolah-olah kita sedang melihat galeri mini tentang warisan budaya dan kekayaan geografis Suriah. Semuanya dirangkai dalam desain uang kertas.

Lalu, kapan uang ini beredar? Bank Sentral menyatakan peredaran akan dilakukan bertahap. Mereka belum mau mematok tanggal pasti, hanya bilang "dalam waktu dekat". Jadwal resmi masih akan diumumkan kemudian. Strategi bertahap ini diambil untuk satu tujuan: menghindari gejolak. Mereka ingin transisi dari uang lama ke baru berjalan senyaman mungkin, tanpa goncangan di pasar.

Komitmen itu ditegaskan lagi oleh Gubernur Bank Sentral dalam pernyataan terpisah dini hari tadi. Dia menegaskan lembaganya bakal menjaga integritas proses penukaran uang. "Kenyamanan masyarakat adalah prioritas selama masa peralihan ini," begitu kira-kira poin penting pernyataannya.

Pada akhirnya, langkah ini lebih dari sekadar ganti desain uang. Ini adalah pernyataan politik. Sebuah upaya untuk menegaskan kedaulatan di tengah situasi yang rumit. Juga, tentu saja, untuk memperkuat fondasi ekonomi Suriah ke depan. Mereka berharap, mata uang baru ini bisa menjadi pijakan awal menuju stabilitas keuangan yang lebih baik.

(Syam Update)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar