Lalu, kapan uang ini beredar? Bank Sentral menyatakan peredaran akan dilakukan bertahap. Mereka belum mau mematok tanggal pasti, hanya bilang "dalam waktu dekat". Jadwal resmi masih akan diumumkan kemudian. Strategi bertahap ini diambil untuk satu tujuan: menghindari gejolak. Mereka ingin transisi dari uang lama ke baru berjalan senyaman mungkin, tanpa goncangan di pasar.
Komitmen itu ditegaskan lagi oleh Gubernur Bank Sentral dalam pernyataan terpisah dini hari tadi. Dia menegaskan lembaganya bakal menjaga integritas proses penukaran uang. "Kenyamanan masyarakat adalah prioritas selama masa peralihan ini," begitu kira-kira poin penting pernyataannya.
Pada akhirnya, langkah ini lebih dari sekadar ganti desain uang. Ini adalah pernyataan politik. Sebuah upaya untuk menegaskan kedaulatan di tengah situasi yang rumit. Juga, tentu saja, untuk memperkuat fondasi ekonomi Suriah ke depan. Mereka berharap, mata uang baru ini bisa menjadi pijakan awal menuju stabilitas keuangan yang lebih baik.
(Syam Update)
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa