BNPB Desak Daerah Patroli dan Kosongkan Titik Rawan Longsor

- Senin, 29 Desember 2025 | 15:30 WIB
BNPB Desak Daerah Patroli dan Kosongkan Titik Rawan Longsor

Menjelang pergantian tahun, ancaman bencana alam kembali jadi perhatian serius. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, secara khusus meminta jajaran di daerah untuk segera menyiapkan langkah antisipasi. Fokusnya adalah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor, yang kerap mengintai di penghujung tahun.

Imbauan itu disampaikan Suharyanto dalam sebuah jumpa pers virtual, Senin (29/12) lalu. Tampak hadir dalam kesempatan itu sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Menko PMK Pratikno hingga Wamendagri Akhmad Wiyagus.

"Ini jalur-jalur evakuasi, transportasi, kemudian langkah preventif ini dilakukan ya," tegas Suharyanto.

"Kemudian ini mohon para Kalaksa dibantu unsur Forkopimda, mumpung ini belum terjadi, segera patroli, segera bergerak ke titik-titik yang rawan bencana."

Menurutnya, setiap daerah sebenarnya sudah punya peta risiko sendiri. "Saya yakin masing-masing Kabupaten/Kota sudah punya peta risiko rawan bencana di daerahnya masing-masing," sambung dia. Tinggal eksekusinya saja yang harus diperketat, agar tak terulang lagi musibah seperti di Sumut, Sumbar, dan Aceh beberapa waktu lalu.

Korban jiwa akibat longsor mendadak itulah yang ingin dicegah. Bencana semacam ini, kata dia, seringkali datang tanpa ampun.

"Jangan sampai lagi masyarakat mendadak menjadi korban akibat banjir, longsor tiba-tiba. Ini mohon yang di sepanjang daerah aliran sungai, ini diperkuat komunikasinya. Kemudian diingatkan lagi evakuasi keluarganya," ungkapnya dengan nada khawatir.

Ia menggambarkan betapa cepatnya bencana itu terjadi. "Ini longsor biasanya terjadi tiba-tiba. Hitungannya detik. Dan ketika longsor, itu golden time-nya sangat pendek," jelasnya.

Karena itulah, patroli proaktif mutlak diperlukan. Suharyanto memberi contoh konkret: bila hujan deras sudah mengguyur lebih dari dua jam, tim harus segera bergerak memeriksa daerah rawan. Sebab, saat longsor datang, warga hampir tak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri.

"Jarang sekali masyarakat yang sudah terkena longsoran itu bisa menyelamatkan diri," katanya.

"Nah ini mohon, contohnya hujan deras lebih dari 3 jam, lebat, jaraknya 100 meter objek di depan mata tidak terlihat. Itu warga yang berada di lereng-lereng itu harus segera diungsikan," tutupnya tegas. Titik rawan itu harus segera dikosongkan, sebelum segalanya terlambat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar