Bantuan tersebut disalurkan melalui dua lembaga: Majlis Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang serta Dewan Perniagaan Malaysia–Aceh. Keduanya menyatakan ini adalah wujud solidaritas nyata. Kepedulian masyarakat Malaysia, kata mereka, lahir dari ikatan persaudaraan yang sudah lama terjalin.
Lantas, apa yang mendorong warga Malaysia terus membantu Aceh?
Ketua Dewan Perniagaan Malaysia–Aceh, Yazid bin Usman, punya jawabannya. Menurut dia, ini murni panggilan kemanusiaan. Hubungan sejarah dan budaya yang erat antara kedua wilayah menjadi pemicu utamanya.
“Kami membuka pintu hati rakyat Malaysia, segeralah datang dan perbanyaklah bantuan kepada saudara kita di Aceh. Orang mukmin itu bersaudara. Inilah masanya kita mendapat pahala dan membuat kebajikan,” seru Yazid.
Ia menambahkan, masyarakat Malaysia terus didorong untuk berpartisipasi. Bentuknya bisa beragam, mulai dari logistik hingga dukungan lain yang dibutuhkan korban bencana di Tanah Rencong itu. Niat membantu, katanya, harus dipermudah, bukan justru dipersulit.
Artikel Terkait
Ahli: Konsumsi BBM Berlebih Picu Bencana Iklim dan Ancaman bagi Generasi Mendatang
SBY Desak PBB Tarik Pasukan Perdamaian dari Zona Perang Lebanon Usai Tiga Prajurit TNI Gugur
Menteri Amran Segera Tandatangani Penyaluran Beras SPHP Kemasan 2 Kg
Bakso Kuah Coto, Inovasi Kuliner Unik Makassar yang Mewujud dalam Satu Mangkuk