Di bawah sinar matahari Florida yang terik, Presiden Donald Trump menyambut kedatangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Mar-a-Lago, Minggu lalu. Pertemuan yang santai ini terjadi di tengah-tengah ketegangan yang sebenarnya melingkupi hubungan kedua pemimpin itu.
Kedua presiden langsung bersalaman hangat, lalu berpose untuk para fotografer. Trump tampil dengan jas biru dongker, kemeja putih, dan dasi biru. Zelensky, di sisi lain, memilih setelan hitam klasik dengan kemeja warna senada.
Suasana saat itu terasa cair. Bahkan, Trump tak segan melontarkan pujian untuk tamunya di depan awak media.
"Pria ini telah bekerja sangat keras, dan dia sangat berani, dan rakyatnya juga sangat berani. Apa yang telah mereka lalui sangat jarang sebuah bangsa mengalami hal seperti ini,"
Begitu kata Trump, seperti dilaporkan sejumlah media. Setelah berbincang sebentar, mereka pun melanjutkan acara dengan makan siang bersama. Suasananya rileks, jauh dari kesan kaku pertemuan kenegaraan pada umumnya.
Memang, Mar-a-Lago sudah seperti kantor kedua Trump untuk menjamu pemimpin dunia. Xi Jinping dan Shinzo Abe pernah jadi tamu di sini. Biasanya, agenda pertemuan diwarnai hal-hal yang lebih personal makan malam mewah atau sekadar main golf.
Namun begitu, dinamika dengan Zelensky agak berbeda. Hubungan mereka lebih rumit, diwarnai oleh berbagai peristiwa di masa lalu. Pertemuan kali ini, konon, adalah upaya untuk membahas jalan keluar dari konflik Rusia-Ukraina yang berlarut-larut.
Menariknya, tak lama sebelum menyambut Zelensky, Trump dikabarkan telah lebih dulu melakukan kontak dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sebuah langkah yang membuat banyak pihak mencermati dengan saksama.
Artikel Terkait
38 Ribu Peserta BPJS PBI di Makassar Dinonaktifkan untuk Pembenahan Data
Partai Gema Bangsa Tawarkan Konsep Anti-Feodalisme Menuju Pemilu 2029
Kemenangan Persak Kebumen ke Final Liga 4 Jateng Dirusak Kericuhan Suporter Rembang
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Pleno HIPMI 2026, Diikuti 3.000 Peserta