Minggu pagi di penghujung tahun 2025, Stadion Gelora Bung Karno tampak hidup. Udara liburan sudah terasa, dan kawasan olahraga legendaris di Jakarta Pusat itu dipenuhi warga sejak dini hari. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk sekadar melepas penat atau berolahraga.
Kalau dilihat sekilas, keramaiannya tersebar di beberapa titik. Ada yang asyik jogging santai, tak sedikit pula yang bersepeda mengitari kompleks stadion. Suasana riuh rendah tapi menyenangkan.
Tak cuma di lintasan, geliat ekonomi juga terasa. Deretan tenant UMKM di sekitar GBK, merambah hingga depan FX Sudirman, ramai dikunjungi. Tampak antusiasme orang-orang membeli jajanan atau minuman usai berkeringat. Lumayan untuk mengisi energi kembali.
Kafe-kafe di dalam kawasan pun tak kalah sibuk. Beberapa di antaranya bahkan harus rela antre panjang. Rupanya, ngopi sambil menikmati suasana hijau jadi pilihan yang pas di akhir pekan seperti ini.
Salah satu pengunjung, Asti, mengaku sudah sering datang ke sini.
“Sering kalau lari ya, biasanya sama teman-teman SMA kita buat komunitas lari, tapi sekarang berdua aja,” katanya.
Meski ramai, menurutnya suasana hari ini tak terlalu istimewa dibanding hari libur biasa.
“Enggak jauh beda sih, tapi momennya aja akhir tahun jadi lebih semangat,” ujar Asti.
Cerita serupa datang dari Adjie. Pria yang datang dengan sepeda fixie-nya itu bilang kalau Minggu adalah jadwal rutinnya olahraga.
“Tadi abis muter Sudirman-Thamrin baru ke sini (GBK),” ucap Adjie.
Baginya, GBK adalah persinggahan terakhir yang pas.
“Di sini biasanya ngopi dulu sebelum pulang,” tambahnya.
Namun begitu, Adjie justru merasa suasana hari ini agak berbeda. Menurut pengamatannya, CFD kali ini justru lebih lengang.
“Enggak serame biasanya sih, kayaknya lagi pada liburan ya?” katanya sambil bertanya-tanya.
Keramaian di GBK di minggu terakhir 2025 ini, pada akhirnya, cuma satu dari sekian banyak potret warga ibu kota. Di tengau hiruk-pikuk akhir tahun, mereka tetap mencari cara untuk aktif dan menikmati ruang publik bersama. Sebuah pemandangan sederhana, tapi cukup merepresentasikan semangat mereka.
Artikel Terkait
SulawesiPos Gelar Forum dengan Pembaca, Bahas Etika Pemberitaan Korban
Motor Guru Dicuri di SMP Makassar Saat Sekolah Sepi
Polisi Amankan 7 Remaja Usai Bentrok Pakai Busur Panah dan Senjata Mainan di Makassar
Jemaah Umrah Asal Makassar Meninggal di Bandara Jeddah Usai Penundaan Penerbangan