Serpihan Kapal Ditemukan, Pencarian Empat Turis Spanyol di Labuan Bajo Masih Berlanjut

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:18 WIB
Serpihan Kapal Ditemukan, Pencarian Empat Turis Spanyol di Labuan Bajo Masih Berlanjut

Pencarian empat wisatawan asal Spanyol yang hilang di perairan Labuan Bajo masih terus digenjot. Mereka menjadi korban dalam insiden kapal tenggelam di dekat Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Jumat malam lalu.

Hingga Sabtu (27/12), Tim SAR belum berhasil menemukan mereka. Namun, ada perkembangan: serpihan badan kapal berhasil ditemukan, terombang-ambing beberapa mil laut dari titik kejadian. Temuan ini menambah ketegangan operasi penyelamatan yang sudah berlangsung sejak hari pertama.

Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi hal ini.

"Pencarian terhadap empat korban yang merupakan warga negara asing asal Spanyol masih terus dilakukan," ujarnya.

Menurut Fathur, upaya pencarian hari itu difokuskan pada penyisiran wilayah sekitar lokasi kejadian di utara Pulau Padar. Operasi dimulai pagi dan berakhir menjelang malam, sekitar pukul 18.00 WITA. Cuaca dan arus menjadi tantangan tersendiri.

"Pencarian hari ketiga akan dilanjutkan pada esok hari," sambungnya, menegaskan bahwa harapan untuk menemukan mereka masih hidup tetap menyala.

Tujuh Orang Berhasil Diselamatkan

Sebelumnya, dari total sebelas orang yang ada di kapal, tujuh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Mereka selamat dari malam kelam di laut Flores itu.

Kapal wisata itu konon sedang dalam perjalanan pulang dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Nahas, di tengah perjalanan mesin kapal mendadak mati. Kapal pun tak bisa dikendalikan dan akhirnya tenggelam. Kejadiannya cepat, membuat semua penumpang berhamburan menyelamatkan diri.

Adapun keempat WN Spanyol yang hingga kini masih dicari adalah Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Nama-nama itu terus disebut dalam setiap briefing tim penyelamat, menjadi tujuan utama dari seluruh usaha yang dikerahkan di lautan itu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar