Di Sumatera, fokus penanganan bencana perlahan mulai bergeser. BNPB melaporkan, setidaknya 19 kabupaten dan kota telah resmi memasuki status transisi darurat. Artinya, upaya di lapangan tak lagi berpusat pada tanggap darurat murni, melainkan mulai mengarah ke tahap awal pemulihan.
Wilayah-wilayah itu tersebar di tiga provinsi. Aceh dan Sumatera Utara masing-masing punya enam daerah, sementara Sumatera Barat menyusul dengan tujuh kabupaten kota.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan rinciannya dalam sebuah siaran daring akhir pekan lalu.
"Totalnya 19 kabupaten kota yang sudah tetapkan status transisi darurat. Enam di Aceh, enam di Sumut, dan tujuh di Sumbar," jelasnya.
Namun begitu, prosesnya belum sepenuhnya selesai. Masih ada empat kabupaten kota lain yang sedang mengurus surat keputusan resmi untuk beralih status. Peralihan ini bukan sekadar formalitas, tapi punya implikasi nyata di lapangan.
Menurut Abdul, saat status masih tanggap darurat, semua energi difokuskan pada dua hal: menyelamatkan korban dan memastikan logistik tersalurkan. Situasinya masih sangat mendesak.
"Pencarian dan pertolongan korban jadi prioritas utama, diikuti pemenuhan kebutuhan mendesak warga yang terdampak," ujarnya.
Nah, ketika status berubah jadi transisi darurat, pendekatannya mulai berbeda. Pencarian korban mungkin masih dilakukan, tapi intensitasnya dikurangi di area-area tertentu terutama di permukiman warga yang aktivitasnya sudah ramai kembali. Peluang menemukan korban di titik-titik seperti itu dianggap semakin kecil.
Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah mulai mengerahkan sumber daya untuk hal-hal yang lebih jangka panjang. Fase ini menjadi jembatan menuju rehabilitasi.
Mereka mulai menyiapkan langkah-langkah awal: membangun hunian sementara, merancang pemukiman tetap, membersihkan lingkungan dari puing, dan memperbaiki infrastruktur vital yang rusak. Intinya, membangun kembali fondasi kehidupan warga.
"Lima aspek penanganan tetap jalan, tapi penekanannya berubah. Misal, untuk pencarian, di titik tertentu kami kurangi prioritasnya. Sementara itu, persiapan rekonstruksi mulai digarap," pungkas Abdul Muhari.
Perubahan status ini, meski terlihat administratif, sebenarnya menandai sebuah peralihan penting: dari menyelamatkan nyawa menuju memulihkan penghidupan.
Artikel Terkait
Benjamin Sesko Selamatkan MU dari Kekalahan dengan Gol Injury Time Lawan West Ham
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
Mentan: Kolaborasi dengan Polri Kunci Ketahanan Pangan Nasional