Kiev Gelap dan Gersang di Musim Dingin, Serangan Rudal Rusia Tewaskan Satu Warga

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:42 WIB
Kiev Gelap dan Gersang di Musim Dingin, Serangan Rudal Rusia Tewaskan Satu Warga

Kembali, sirene peringatan meraung di langit Kiev. Serangan besar-besaran Rusia dengan rudal dan drone menghantam ibu kota Ukraina dan wilayah sekitarnya pada hari Sabtu (27/12). Akibatnya, satu nyawa melayang. Puluhan lainnya terluka.

Namun begitu, dampaknya jauh lebih luas dari sekadar korban jiwa. Ratusan ribu penduduk tiba-tiba terjerumus dalam gelap. Listrik padam tepat di puncak musim dingin, saat suhu udara menusuk tulang dan penghangat adalah kebutuhan utama.

Gubernur Kawasan Kiev, Mykola Kalashnyk, mengonfirmasi identitas korban tewas.

"Kami kehilangan seorang perempuan berusia 47 tahun," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemadaman masih berlangsung hingga pagi hari di sejumlah area, khususnya di bagian barat kawasan. Situasinya benar-benar kacau.

Di sisi lain, Wali Kota Kiev, Vitaliy Klitschko, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kerusakan infrastruktur. Data sementara menunjukkan sekitar 2.600 bangunan sipil terdampak. Sistem pemanasnya rusak karena mati listrik.

Angka itu bukan cuma angka. Di baliknya ada rumah-rumah warga, ada taman kanak-kanak, dan juga sekolah-sekolah yang kini dingin dan gelap.

Serangan ini ternyata tidak terbatas pada Kiev saja. Angkatan Udara Ukraina terus memperingatkan warganya di seluruh negeri untuk tetap waspada. Target-target lain di beberapa wilayah juga dilaporkan menjadi sasaran.

Timing serangan ini pun menarik perhatian. Ia terjadi menjelang pertemuan penting antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump di Florida, yang dijadwalkan hari Minggu (28/12). Pertemuan itu disebut-sebut akan membahas jalan keluar untuk mengakhiri perang.

Perang yang, sejak 2022, telah merenggut puluhan ribu nyawa dan terus meninggalkan luka yang dalam.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar