“Ini adalah ruang empati bersama, tempat seni, doa, dan aksi sosial bertemu,” tambahnya.
Nantinya, pengunjung bisa menikmati beragam sajian. Jadwalnya padat: mulai dari alunan musik akustik, puisipuisi menyentuh, monolog, dongeng, hingga tarian dan seni tradisi. Pokoknya, beragam banget.
Di sisi lain, panitia juga menyiapkan posko donasi di lokasi. Jadi, siapa pun yang tergerak bisa langsung menyumbang saat menikmati pertunjukan. Soal kepercayaan, mereka janji transparan. Seluruh sumbangan akan disalurkan melalui mekanisme yang akuntabel, tentunya dengan berkoordinasi pada pihak-pihak terkait yang bisa dipercaya.
Intinya, ini lebih dari sekadar konser. Ini tentang kepedulian yang diwujudkan dalam nada, gerak, dan kata.
Artikel Terkait
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tiba di Rumah Duka di Pondok Pinang
Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Pertamina Dipertimbangkan Lintasi Selat Hormuz
Herdman Kagumi Atmosfer GBK: Atmosfer yang Sangat Unik
Menteri Pendidikan Ajak Umat Hindari Debat Kusir, Utamakan Fastabiqul Khairat