Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Dua Kali dalam Sejam

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:18 WIB
Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Dua Kali dalam Sejam

Sabtu (27/12) pagi, Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Gunung api paling aktif di Indonesia itu tercatat meluncurkan awan panas guguran sebanyak dua kali dalam rentang waktu yang cukup singkat.

Menurut laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), luncuran pertama terjadi tepat pukul 11.21 WIB. Awan panas itu meluncur sejauh 1.500 meter ke arah Barat Daya, tepatnya menuju Hulu Kali Krasak.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, memberikan penjelasan rinci.

"Pukul 11.21 WIB, (awan panas guguran) jarak luncur 1.500 meter mengarah ke Barat Daya (Hulu Kali Krasak). Arah angin saat itu ke Timur," jelas Agus dalam keterangan resminya.

Tak lama berselang, hanya sepuluh menit setelah kejadian pertama, Merapi kembali bergolak. Luncuran kedua tercatat lebih jauh jangkauannya.

"(Awan panas guguran kedua) Pukul 11.31 WIB, jarak luncur 2.000 meter mengarah ke Barat Daya (Hulu Kali Krasak)," terangnya lagi.

Selain awan panas, periode pengamatan dari pukul enam pagi hingga tengah hari itu juga mencatat tiga kali kejadian guguran lava. Material panas itu mengalir ke arah barat daya mencakup Kali Sat atau Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai dua kilometer.

Meski aktivitasnya meningkat, status Gunung Merapi hingga berita ini diturunkan tetap tidak berubah, masih bertahan di level III atau status siaga. Namun begitu, masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Potensi bahaya saat ini, menurut BPPTKG, masih berasal dari guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya. Kawasan yang perlu diwaspadai meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang bisa terdampak hingga jarak 7 kilometer.

Di sektor tenggara, ancaman serupa mengintai di sepanjang Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

Dan satu hal yang tak boleh dilupakan: jika sewaktu-waktu terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya berpotensi mencapai radius tiga kilometer dari puncak gunung. Situasinya terus dipantau, dan semua pihak diharapkan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar