Pemulihan jaringan komunikasi di Aceh pasca bencana menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) dengan Telkom Indonesia berhasil memulihkan hampir 90 persen jaringan di seluruh provinsi. Kabar baik ini datang di tengah upaya keras yang masih berlanjut di dua wilayah terdampak parah: Aceh Tamiang dan Gayo Lues.
Saat ditemui di STO Telkom Kuala Simpang, Rabu (24/12), Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria memberikan konfirmasi langsung soal kemajuan ini.
“Telkom Group hari ini memastikan jaringan telekomunikasi juga mulai membaik. Dan membaiknya, Alhamdulillah bisa mencapai di atas 80 persen dan rencananya tanggal 27 Desember bisa up 90 persen, Insya Allah,”
Ucap Nezar dengan nada optimis. Ia tampak meninjau langsung kondisi di lapangan.
Menurutnya, antisipasi terhadap pemadaman listrik telah dilakukan. Caranya? Dengan menyiagakan sejumlah genset untuk menjaga stabilitas jaringan. Tak hanya itu, bantuan perangkat komunikasi juga disalurkan ke titik-titik yang paling memerlukan.
“Hari ini ada genset diserahkan. Ini ada 100 genset, lalu 500 handphone juga didistribusikan di titik-titik yang membutuhkan,”
Jelasnya.
Dari pantauan di lokasi, Nezar mengakui masih ada fasilitas vital yang terdampak. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang salah satunya. Namun begitu, situasi di sana sudah mulai tertangani. Untuk memastikan koneksi tetap hidup, pihaknya telah memasang teknologi satelit Starlink.
“Tadi ada beberapa titik yang kita coba periksa dan kita pastikan dia beroperasi dengan stabil. Beberapa titik di objek vital kita lihat, misalnya di RSUD Aceh Tamiang, itu sekarang sudah terhubung dengan jaringan telekomunikasi, diperkuat juga dengan Starlink,”
Paparnya.
Di sisi lain, Nezar tak lupa menyampaikan apresiasi. Kerja keras para teknisi Telkom Group di lapangan dinilainya luar biasa. Upaya mereka yang tak kenal lelah itulah yang membuat koneksi perlahan tapi pasti kembali menyala.
“Kementerian Komdigi memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dan kami melihat seperti di lapangan, bagaimana teman-teman bekerja keras untuk menjaga jaringan telekomunikasi ini bisa stabil kembali di Aceh Tamiang,”
Imbuhnya.
Harapannya jelas: sinergi ini akan terus berlanjut hingga Aceh Tamiang benar-benar bangkit. Pemulihan penuh, terutama untuk mendukung kinerja pemerintah kabupaten, menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai bersama.
“Kita terus bersinergi, berkolaborasi untuk kebutuhan Aceh Tamiang. Bangkit, pulih, dan bisa normal kembali. Terutama kita berharap bisa memberdayakan kembali Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang,”
Tutup Nezar menegaskan komitmennya.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
Mentan: Kolaborasi dengan Polri Kunci Ketahanan Pangan Nasional
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan