Peringatan utama ditujukan bagi warga di sektor tenggara. Aktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Lumajang, dalam radius 13 kilometer dari puncak, harus dihentikan sama sekali. Wilayah itu dinilai paling berisiko.
Tak cuma itu. Radius bahaya juga diperluas. Seluruh area dalam 5 kilometer dari kawah puncak Semeru harus dikosongkan. Ancaman di sana bukan main-main: lontaran batu pijar bisa terjadi kapan saja.
Di sisi lain, masyarakat diminta terus memantau perkembangan. Ancaman sekunder seperti awan panas, guguran lava, dan aliran lahar dingin mengintai di sepanjang anak sungai. Terutama di aliran Besuk Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat. Bahkan sungai-sungai kecil yang merupakan anak dari Besuk Kobokan pun berpotensi dilanda lahar.
Intinya, Semeru sedang aktif. Dan ketika gunung berapi bicara, yang harus kita lakukan hanya satu: mendengarkan peringatannya dan menjauh.
Artikel Terkait
Siswi 15 Tahun di Makassar Jadi Korban Pemerkosaan oleh Pria Dewasa yang Dikenal sebagai Kekasih
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar