Asal-usul mereka pun beragam, mencerminkan betapa persoalan ini bisa menimpa siapa saja. Mereka datang dari Jawa Barat, Jakarta, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, sampai Lampung.
Menyikapi kasus ini, Kemlu kembali mengingatkan. “Kami imbau masyarakat agar lebih waspada. Terutama terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang jalurnya tidak resmi. Tujuannya jelas, menghindari risiko eksploitasi dan perdagangan orang,” tegas pernyataan itu.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Kamboja belakangan kerap disebut sebagai ‘pusat scammer’. Di sana, beroperasi pusat-pusat penipuan daring berskala besar yang kerap menyasar tenaga kerja asing.
Ironisnya, banyak dari para pelaku scam itu sebenarnya korban juga. Awalnya mereka diiming-imingi pekerjaan mentereng, seperti customer service atau staf administrasi, dengan gaji yang menggiurkan. Kenyataannya? Sangat berbeda. Mereka justru terperangkap dalam situasi yang sulit untuk keluar.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS