Sudah hampir dua pekan, tenda dapur lapangan Brimob Polri berdiri kokoh di area Islamic Center Kuala Simpang. Setiap harinya, dari dapur sederhana itu, terhidang ratusan porsi makanan hangat. Sekitar 300 hingga 400 porsi berhasil dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi banjir bandang yang masih bertahan.
Tak cuma soal makanan, persoalan air bersih juga jadi perhatian. Untuk itu, Brimob juga menyiagakan sebuah unit mobil pengolah air atau water treatment. Menurut data operasional, mesin ini sanggup memproduksi air layak minum hingga 16 ribu liter per hari. Caranya dengan beroperasi sekitar 20 jam sehari, menghasilkan kira-kira 200 liter per jam.
Semua operasi ini dipimpin langsung oleh AKP D. Wawan, Komandan Tim Dapur Lapangan dari Sat Brimob Polda Sumatera Selatan. Ia mengungkapkan, total ada 25 personel yang ditugaskan. Mereka dibagi untuk mengurusi kedua fasilitas vital tersebut.
Soal menu, memang masih terbatas. Saat ini yang tersedia adalah nasi dengan telur, atau kadang berganti dengan ikan sarden. Wawan mengakui, pihaknya masih kesulitan mendapatkan pasokan sayuran segar. Padahal, di awal-awal beroperasi, mereka sempat menyiapkan hingga 500 porsi per hari.
“Sekarang agak menurun, dari 400 lalu turun lagi. Saat ini stabil di kisaran 300-an porsi per hari. Karena mereka sudah ada bantuan, sebagian sudah bisa masak sendiri. Tapi masih ada yang mengambil di sini, mungkin hanya lauknya saja, lalu nasinya ambil dari kita,”
Ujar Wawan saat ditemui di lokasi, Selasa lalu.
Dari segi logistik, angka konsumsi berasnya fluktuatif. Bisa menghabiskan 60 kilogram, tapi pernah juga sampai menyentuh 100 kilogram dalam sehari. Untuk lauk, sekitar 200 butir telur habis setiap hari, belum termasuk kaleng-kaleng sarden sebagai variasi.
“Kalau beras itu pernah sampai 100 kilo per hari. Kadang 60 kilo, tidak menentu juga,”
tambahnya.
Yang penting, akses ke dapur ini terbuka lebar. Wawan menegaskan, siapa pun boleh datang. Baik pengungsi di dalam posko, warga dari luar, atau bahkan pengungsi dari posko lain yang kebetulan lewat. Bahkan untuk relawan dan jurnalis yang meliput.
“Kami tidak pernah menutup untuk siapa pun yang datang ke sini. Selama tersedia, silakan makan. Relawan dipersilakan, rekan-rekan jurnalis juga sering mampir. Tidak pernah saya tolak,”
katanya tegas.
Lantas sampai kapan layanan ini akan bertahan? Wawan mengaku belum tahu pasti. Namun begitu, komitmen Brimob Polri jelas: mereka siap mendampingi warga terdampak banjir di Kuala Simpang, dan Aceh Tamiang secara umum, selama dibutuhkan.
Di akhir percakapan, ia menyisipkan harapan dan doa. Pesannya sederhana namun penuh makna bagi para korban yang sedang berjuang.
“Pesannya, mudah-mudahan diberikan ketabahan dan kesabaran. Semoga ada hikmah ke depannya dan mudah-mudahan kondisi segera pulih kembali,”
tutup Wawan.
Artikel Terkait
Imam Masjid di Bone Jadi Korban Pencurian Gabah, Pelaku Terekam CCTV
Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan di Tol Ngawi-Solo, Tiga Orang Luka Ringan
Komunitas Sulsel Gelar Nobar Film Uang Passolo di Jakarta dan Makassar
Tabrakan Beruntun di Tol Ngawi-Solo Akibat Pengereman Mendadak, Tiga Orang Terluka