Aktor Vampire Diaries Singkirkan Gelas Starbucks Saat Wawancara, Serukan Boikot untuk Gaza

- Selasa, 23 Desember 2025 | 17:40 WIB
Aktor Vampire Diaries Singkirkan Gelas Starbucks Saat Wawancara, Serukan Boikot untuk Gaza

Aktor 'Vampire Diaries' Tolak Starbucks di Tengah Wawancara, Serukan Boikot

Suasana wawancara tiba-tiba berubah. Michael Malarkey, yang dikenal lewat perannya di serial TV populer itu, baru saja menyadari sesuatu tentang minuman di hadapannya. Rupanya, itu adalah kopi Starbucks. Tanpa pikir panjang, dia menyingkirkan gelas tersebut.

"Saya tidak minum kopi Starbucks," ujarnya tegas, diikuti dengan ajakan yang terdengar lebih seperti seruan. "Saya memboikot Starbucks dan kalian semua juga harus melakukannya."

Aksi itu bukan tanpa alasan. Malarkey, yang juga seorang musisi, menyebutkan alasannya dengan jelas: boikot ini terkait peran perusahaan dalam apa yang ia sebut sebagai genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Menurutnya, Starbucks termasuk salah satu merek yang harus ditolak karena dianggap mendukung Israel.

Memang, gelombang boikot terhadap sejumlah perusahaan multinasional tengah meluas. Para pendukung Palestina di berbagai belahan dunia menggalakkan aksi serupa, menekan merek-merek yang dinilai berpihak. Starbucks pun tak luput dari sorotan ini, meski perusahaan sendiri telah membantah keterlibatan langsung.

Yang menarik, awalnya Malarkey tak menyadari minuman yang disediakan itu produk Starbucks. Baru saat hendak meminumnya, ia melihat logo yang familiar itu. Reaksinya spontan. Alih-alih menyesap, ia membuangnya dan langsung menyampaikan pandangannya ke kamera.

Momen itu terekam dan beredar luas di media sosial. Sebuah video pendek menunjukkan detik-detik penolakannya, memperkuat pesan yang ingin ia sampaikan. Aksi seorang figur publik seperti Malarkey tentu memberi dampak berbeda, menarik perhatian penggemarnya dan publik yang lebih luas.

Nah, bagaimana respons netizen? Beragam. Ada yang mendukung penuh langkahnya, menganggapnya sebagai bentuk solidaritas. Di sisi lain, tak sedikit yang mempertanyakan efektivitas boikot semacam ini. Tapi satu hal yang pasti: insiden kecil di tengah wawancara itu telah memantik kembali percakapan global yang jauh lebih besar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar