Di tengah terik matahari Lapangan Banteng, Selasa lalu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan kabar penting. Ia menegaskan bahwa vaksin HPV untuk anak perempuan kelas 5 dan 6 SD tetap gratis. Program nasional ini, menurutnya, sudah berjalan sejak tahun 2023.
"Sejak 2023, ibu-ibu yang punya anak tolong diingat ini," seru Benjamin dalam acara bertajuk Vaksin HPV Menuju 500 Tahun Jakarta.
"Kalau anaknya umurnya kelas 5 dan kelas 6 SD, dilakukan vaksinasi ini cukup dua kali."
Pesan itu ia ulang-ulang dengan nada yang hampir seperti mengingatkan seorang kerabat. Benjamin ingin pesannya sampai, bukan cuma pada yang hadir, tapi juga menyebar ke tetangga dan lingkungan. Vaksinasi untuk anak di bawah 15 tahun ini sepenuhnya ditanggung pemerintah. Ia meminta para ibu mencatat dan mengingatkan satu sama lain.
"Ini gratis," tegasnya. "Tolong kita bukan hanya kita di sini, tapi kita menyebarkan berita baik ini."
Latar belakang dari seruan ini tentu serius. Menurut Benjamin, kanker serviks adalah pembunuh yang kejam. Angka kematiannya tinggi dan daya bunuhnya mengerikan. Karena itu, pencegahan sejak dini lewat vaksin HPV ia sebut sebagai langkah yang sangat efektif.
"Jadi, kanker leher rahim itu kan sangat berbahaya," ujarnya, menjelaskan alasan mendasar program ini.
Dari Penemuan Global Hingga Kejar Cakupan
Vaksin HPV sendiri bukan hal baru. Benjamin menyebutkan, vaksin ini pertama kali ditemukan di dunia pada 2006. Baru sepuluh tahun kemudian, tepatnya 2016, Indonesia mulai menggunakannya. Kini, pemerintah mendorong perluasan cakupannya sebagai bagian dari transformasi kesehatan nasional.
Skema vaksinasinya pun berbeda berdasarkan usia. Kalau untuk remaja di atas 15 tahun, jadwalnya jadi tiga kali suntik: sekarang, dua bulan lagi, dan enam bulan berikutnya.
"Nah, sehingga efektif untuk mencegah terkena kanker 90 persen lebih," lanjut Benjamin. "Sehingga kita bisa terbebas daripada kanker serviks."
Di akhir penjelasannya, Benjamin kembali menegaskan komitmen Kemenkes. Tujuannya jelas: memperluas akses vaksin HPV agar semua perempuan Indonesia punya kesempatan hidup yang sehat, produktif, dan tentu saja, bermartabat.
Artikel Terkait
Michael Carrick Ubah Manchester United Jadi Ancaman Nyata di Liga Inggris
Gadis 6 Tahun WNI Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura
PKL Makassar Cat Lapak Kuning, Pemkot Tegaskan Itu Tetap Pelanggaran
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara