Gubernur Mirza: Ibu Kunci Utama Lahirkan Generasi Emas 2045

- Senin, 22 Desember 2025 | 20:36 WIB
Gubernur Mirza: Ibu Kunci Utama Lahirkan Generasi Emas 2045

Gubernur Soroti Peran Ibu untuk Cetak Generasi Emas 2045

Lampung Geh, Bandar Lampung - Di tengah gemerlap acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 Provinsi Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pesan yang cukup dalam. Menurutnya, sosok perempuan, terutama ibu, adalah fondasi utama untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Acara itu sendiri digelar di Mahan Agung, Senin (22/12) lalu.

Gubernur yang akrab disapa Mirza ini tak sekadar berpidato. Ia bicara dari sudut pandang yang personal. “Generasi Emas 2045 tidak dibentuk pada tahun 2045, tetapi dibentuk hari ini,” ujarnya tegas.

Ia melanjutkan, membentuk generasi emas bukan cuma urusan nilai akademik semata. Lebih dari itu, soal membentuk jiwa jiwa yang bersih, penuh kasih sayang, dan cinta tanah air. “Proses ini membutuhkan waktu puluhan tahun dan dimulai dari peran ibu di rumah,” kata Mirza. Baginya, ibu adalah madrasah pertama, tempat pembentukan karakter generasi penerus benar-benar dimulai.

Namun begitu, peran strategis itu tak boleh membuat perempuan terpenjara. Di sisi lain, Gubernur Mirza juga menyoroti urusan pemberdayaan ekonomi. Ia mengajak semua pihak, mulai dari PKK, BKOW, sampai Dharma Wanita, untuk bersinergi mencari terobosan.

“Di Lampung masih ada ibu-ibu yang harus bekerja ke luar negeri dan meninggalkan anak-anaknya. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya. Solusinya, menurut dia, adalah menciptakan peluang agar para ibu bisa mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan tugas pengasuhan.

Tak lupa, ia memberi apresiasi pada kontribusi lain para ibu Lampung: menjaga budaya. Nilai-nilai seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan tetap hidup justru karena diwariskan turun-temurun di dalam rumah. “Budaya ini tidak hanya diajarkan melalui buku di sekolah, tetapi ditanamkan dari rumah. Inilah kontribusi nyata para ibu di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Ajakan terakhirnya jelas: perempuan Lampung harus terus berkembang, beradaptasi dengan zaman, tanpa lupa pada peran strategisnya. “Perempuan Lampung harus semakin maju, semakin kuat, dan semakin bersinar. Karena jika perempuannya kuat, keluarganya akan kuat. Jika keluarga kuat, maka daerah dan negara ini juga akan kuat,” tutupnya.

Sementara itu, dari sudut pandang yang sedikit berbeda, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau Batin Wulan, menekankan satu hal yang kerap terlupa: kesehatan mental ibu.

“Dzikir menjadi sarana menenangkan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat keimanan,” ujar Batin Wulan.

Baginya, ibu dengan jiwa yang tenang dan kuat akan lebih mampu menanamkan nilai-nilai positif pada anak-anak. Momentum Hari Ibu, tegas dia, bukan sekadar seremoni belaka. Ini harus jadi ajang refleksi untuk terus berkarya dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, tetapi penguatan peran strategis perempuan dalam mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berdaya,” pungkasnya.

Komentar