Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Polresta Yogyakarta tak main-main dengan urusan keamanan. Mereka mengerahkan personel untuk mengawal 71 gereja yang tersebar di 14 kemantren. Rupanya, sebaran titik ibadah ini tidak merata di tiap wilayah.
Wakapolresta Yogyakarta, AKBP Robertus Kokok, membeberkan detailnya. “Kami akan mengamankan total 71 lokasi gereja di 14 kemantren,” katanya.
Ia melanjutkan, “Sebaran terbanyak berada di Kemantren Tegalrejo dengan 16 lokasi dan diikuti Jetis masing-masing 12 lokasi.”
Pernyataan itu disampaikannya kepada awak media, Rabu lalu.
Namun begitu, pengamanan biasa saja tak cukup. Polisi juga menetapkan sejumlah gereja sebagai lokasi prioritas yang harus disterilisasi. Tugas khusus ini bakal dijalankan oleh tim Gegana dari Satbrimob.
“Kami menetapkan beberapa gereja sebagai skala prioritas untuk dilaksanakan sterilisasi oleh nanti dari tim Gegana. Yang kami prioritaskan ada tujuh gereja,” jelas Kokok.
Tujuh gereja itu adalah Gereja Santo Asunisto Kotabaru, Gereja Katolik Santo Albertus, Gereja Katolik Santo Francisca Saphirus Hidulogi, Gereja Katolik Pugeran, Gereja Santo Jufundaran Ngupasan, serta Gereja Kristen Jawa.
Penetapan prioritas ini, menurut Kokok, bukan tanpa alasan. Semua berdasarkan pertimbangan matang soal keramaian dan kerentanan selama ibadah Natal berlangsung. Jadi, fokus pengamanan memang sengaja diarahkan ke titik-titik yang dianggap paling perlu.
Artikel Terkait
Dinamika Ruang Ganti Memanas, Otoritas Arbeloa di Real Madrid Dipertanyakan
Akuntan di Lhokseumawe Rekayasa Begal untuk Gelapkan Gaji Relawan Rp59,9 Juta
Tim Putri Bulu Tangkis Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final BATC 2026
Kepala KPP Banjarmasin Akui Terima Suap Rp800 Juta Usai Ditahan KPK