Erlina juga melihat proyek ini punya visi yang lebih luas. Ia meyakini pembangunan sekolah ini bisa menjadi salah satu solusi untuk pemerataan pendidikan di tanah air, terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Lokasi pembangunannya sendiri sudah ditetapkan oleh Kemendikti Saintek, yaitu di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Di sisi lain, dukungan tak cuma datang dari pemerintah kabupaten. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Gubernur Ria Norsan, juga berjanji akan memberikan dukungan penuh. Bentuknya bisa berupa penyediaan fasilitas pendukung dan berbagai penunjang lain yang diperlukan. Kerja sama ini diharapkan bisa memperlancar seluruh proses, dari pembangunan hingga operasional sekolah nantinya.
Artikel Terkait
Spanyol Hancurkan Serbia 3-0 dalam Uji Coba, Oyarzabal Cetak Brace
Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Tembus Rp2,8 Jutaan per Gram
Longsor Rusak Parah Jalan di Barru, Warga dan Akademisi Desak Perbaikan Segera
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika