tambahnya.
Di sisi lain, ada satu laporan yang masih menyisakan tanda tanya. Sebuah pondok pesantren dilaporkan hilang, dan tim masih berusaha memastikan lokasi dan kondisinya, terutama di Aceh Tamiang.
“Yang hancur itu, yang hilang itu ada satu yang bisa kita deteksi tapi yang Tamiang itu masih ada Aceh Tamiang itu masih perlu mendata ulang, karena saya belum sempat kemarin karena jembatannya baru mau disambung,”
jelasnya dengan nada serius.
Nasaruddin menegaskan komitmen kementeriannya. Mereka akan segera bertindak, mengambil langkah nyata untuk menangani fasilitas pendidikan yang rusak atau bahkan hilang begitu saja.
“Nah insya Allah dalam waktu dekat ini kami tidak akan menelantarkan saudara-saudara kami di Sumatera, itulah pendidikan Islam akan memberikan kepemihakan terhadap kaum yang lemah dan termasuk mereka adalah yang lemah,”
tutupnya, mengakhiri pernyataan.
Artikel Terkait
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang