Pemerintah berjanji tak akan meninggalkan lembaga pendidikan Islam yang porak-poranda akibat bencana di Sumatera. Janji itu disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia secara khusus menyoroti nasib sebuah pondok pesantren di Aceh Tamiang yang dilaporkan hilang diterjang bencana.
Menurutnya, Kemenag sudah mulai melakukan pendataan terhadap madrasah dan pesantren yang terdampak. Data itu dikumpulkan saat kunjungan kerja ke wilayah Sumatera, meski sebagian informasinya masih perlu dicek ulang dan diperbarui.
“Kami sudah punya datanya di publikasi kami kemarin ada berapa jumlahnya saya tidak hafal sekarang,”
ujar Nasaruddin saat ditemui di Hotel Vertu, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/12).
Ia menggambarkan kondisi di lapangan sungguh memprihatinkan. Bangunan-bangunan pendidikan itu rusak berat. Namun begitu, ada secercah kabar baik. Sebagian pesantren ternyata masih bisa diselamatkan dari amukan bencana.
“Kondisinya itu sangat memprihatinkan tetapi kita sudah mendata,” kata Nasaruddin.
“Alhamdulillah Pondok Pesantren itu juga dibandingkan dengan pendidikan yang lain, kita masih relatif ada yang terdampak lumpurnya sudah bisa dibersihkan,”
Artikel Terkait
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang