Dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Senin (22/12) lalu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf itu ditujukan kepada masyarakat, terutama mereka yang langsung merasakan dampak bencana di Sumatera. Menurutnya, proses penanganan yang berjalan dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan seluruh warga terdampak,”
Begitu bunyi keterangan tertulis Gibran, seperti dikutip dari Biro Pers Sekretariat Wapres.
“Serta memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam proses penanganan pascabencana masih terdapat kekurangan,”
Ucapannya menegaskan hal itu.
Di sisi lain, Gibran juga menekankan bahwa upaya bantuan tak pernah berhenti. Pemerintah, kata dia, terus mendistribusikan bantuan ke tiga provinsi yang paling parah terdampak: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Putra sulung Jokowi itu menyebut pemenuhan kebutuhan dasar jadi prioritas. Mulai dari perbaikan infrastruktur, rehabilitasi, hingga rekonstruksi semua dijalankan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan warga.
“Saya pastikan, pemerintah akan terus memberikan upaya maksimalnya dalam mempercepat dan menyempurnakan penanganan di lapangan,”
Jelas Gibran.
Data terbaru yang dirilis BNPB per 18 Desember memberikan gambaran suram tentang skala bencana ini. Korban jiwa akibat banjir dan longsor di Sumatera tercatat mencapai 1.068 orang. Angka yang sungguh memilukan. Belum lagi 198 orang lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang, meninggalkan duka dan tanda tanya yang dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Islah Bahrawi Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian, Desak Tetap di Bawah Presiden
Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Terkait Laporan Penistaan Agama
Relawan Peringatkan Love Scam Kini Incar Anak SD dan Perempuan Berpendidikan
Muzani Serukan Dukungan Dua Periode untuk Presiden Prabowo di HUT Gerindra