Jakarta – Untuk pertama kalinya, Liga Muslim Dunia (Rabithah Al-Alami Al-Islamiy) memilih Jakarta sebagai tuan rumah sebuah ajang yang sangat spesial: Musabaqah Internasional Hafalan Al-Qur'an Albasira untuk Tunanetra. Acara yang digelar pada 3-7 Desember ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Agama RI dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.
Menurut Khalid bin Hasan Abdul Kafi, Direktur Jenderal Urusan Al-Iqra MWL, kompetisi ini punya tujuan yang mendalam. Bukan sekadar lomba biasa.
"Kompetisi bagi disabilitas netra ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, menonjolkan peran aktif mereka," jelas Khalid dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Ia menambahkan, ajang ini juga untuk menginvestasikan kemampuan mental mereka dalam menguasai kitabullah ta'ala, dan tentu saja, menghormati para jenius di antara mereka dalam menghafal Al-Quran.
Lombanya sendiri dibagi dalam lima kategori. Ada hafalan 30 juz plus matan al-jazariyyah, lalu hafalan 30 juz terpisah untuk putra dan putri. Selain itu, ada juga kategori hafalan 20 juz dan 10 juz. Para juara tentu mendapat penghargaan atas pencapaian luar biasa mereka, baik dalam hafalan, bacaan, maupun ketepatan tajwid.
Nah, yang menarik, MWL tidak hanya menyelenggarakan lomba. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aksesibilitas, mereka membagikan 300 mushaf Braille elektronik generasi terbaru. Mushaf ini diberikan langsung kepada peserta dan lembaga-lembaga terkait.
"Teknologi ini diharapkan dapat memperluas akses tunanetra terhadap pembelajaran Al-Qur’an di seluruh dunia," ujar Khalid.
Dalam kesempatan itu, Khalid juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia. Kerja sama strategis ini dinilai sangat sukses.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Republik Indonesia dan Kementerian Agama di dalamnya," ucapnya.
Di sisi lain, penyelenggaraan acara ini punya timing yang sangat tepat. Seperti ditekankan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, ajang ini bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional. Hal itu memberikan makna yang lebih khusus.
"Inisiatif ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi global," tutur Abu Rokhmad.
Ia melanjutkan, acara seperti ini memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Quran di tingkat dunia. Sekaligus, ini meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Acara yang digelar pekan lalu itu pun dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Sekretaris Jenderal MWL yang juga Ketua Organisasi Ulama Muslim, Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa. Dari dalam negeri, hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan tentu saja Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Kehadiran mereka semakin menyemarakkan dan memberi bobot pada acara perdana yang bersejarah ini.
Artikel Terkait
Kejari Gowa Banding Vonis Bebas Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN Rp3,3 Miliar
Harga Emas di Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah
Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang
Tabrakan Kereta di Bekasi Tewaskan 14 Orang, Mahadewi Desak Evaluasi Sistem Keselamatan yang Sensitif Gender