Nah, permintaan inilah yang bikin dia heran sekaligus geram. Soalnya, menurut Dian, pihak Dinsos sama sekali tidak terlibat dalam proses pengumpulan dana itu dari awal. Jadi, buat apa semua bantuan harus dikirim ke kantor mereka? Dian punya kecurigaan sendiri.
“Aku mau cerita nih,” tulisnya di Instagram pada Jumat, 5 Desember 2025. “Berusan aku di hubungi sama tim aku. Jadi aku kan ada letak nomor tim aku, bagi daerah yang belum terjangkau. Itu di data sama tim aku. InsyaAllah kita akan kesana pelan-pelan. Tiba-tiba kalian tahu siapa yang hubungin tim aku? Orang Dinsos Langkat.”
Dia lalu melanjutkan ceritanya.
“Apa katanya? Bapak itu minta seluruh bantuannya, ‘drop aja ke kantor kami, biar kami yang bagikan’. Kelen aja tuh gak ada ngebantu nih rakyat-rakyat disini, tetangga-tetangga aku. Kelen pula mau ngeklaim.”
Intinya, Dian merasa permintaan itu cuma agar bantuan yang dia kumpulkan dengan susah payah bisa diklaim sebagai program resmi dari dinas tersebut. Miris, ya? Seolah-olah tak ada anggaran, sampai-sampai mau numpang nama dari bantuan warga ke sesama warga.
Artikel Terkait
Bareskrim Bongkar Modus Proyek Fiktif Fintech DSI, Kerugian Tembus Rp 2,4 Triliun
Calvin Khoe: MUN Bukan Cuma untuk Kampus, Saatnya Masuk ke Sekolah Negeri
Malaysia Buka Suara Soal Tiga Desa Nunukan yang Pindah ke Wilayahnya
Daan Mogot Kembali Normal, Genangan Setelah Hujan Deras Akhirnya Surut