"Kok cuma Ulil yang disalahkan?!"
Pertanyaan itu mungkin sedang berkecamuk di benak banyak orang. Lihat saja linimasa media sosial, rasanya serangan dan kritik tajam memang berpusat pada satu nama itu. Tapi, tunggu dulu. Jangan buru-buru mengambil kesimpulan.
Begini penjelasannya. Apa yang kamu lihat di layar ponselmu sangat dipengaruhi oleh algoritma. Singkatnya, kalau kamu sering berinteraksi dengan konten tentang Ulil Abshar-Abdalla, ya dunia digitalmu akan dipenuhi oleh itu. Bisa jadi itu kritik, bully-an, atau debat tak berujung. Jadi, yang kamu saksikan bukanlah gambaran utuh realitas di luar sana.
Di sisi lain, klaim bahwa dialah yang paling banyak dibully perlu dibuktikan dengan data. Tanpa survei yang valid atau setidaknya merujuk pada penelitian lembaga kredibel, semuanya cuma kesan subjektif belaka. Persepsi kita seringkali menipu.
Nah, kalau mau bandingkan, coba lihat beranda saya. Fokus orang-orang di sana tampaknya berbeda sama sekali.
Figur seperti Zulkifli Hasan atau Bahlil Lahadalia justru lebih sering jadi sasaran. Tak ketinggalan, nama Raja Juli Antoni juga kerap muncul dalam hujatan. Bahkan, yang cukup mengejutkan, selebritas Verrel Bramasta pun ikut menerima cercaan. Entah mengapa.
Mungkin di lingkaran digital saya, orang-orang malas membahas Ulil. Atau, jangan-jangan, mereka memang tidak terlalu mengenalnya.
(Muhammad Abduh Negara)
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo