Ibu Alvaro Akhirnya Tiba, Berpeluk Haru di Tengah Duka

- Senin, 24 November 2025 | 22:48 WIB
Ibu Alvaro Akhirnya Tiba, Berpeluk Haru di Tengah Duka
Kedatangan Ibu Alvaro di Rumah Duka

Malam itu, Senin (24/11), suasana di rumah duka kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terasa begitu pekat. Arum, sang ibunda, akhirnya tiba setelah menempuh perjalanan jauh dari Malaysia, tempatnya bekerja belakangan ini.

Dari pantauan, penampilannya sederhana. Jaket cokelat dan kaus hitam mendominasi, ditambah masker yang menutupi sebagian wajahnya. Tapi mata yang sembab dan merah tak bisa menyembunyikan duka yang ia tanggung.

Begitu sampai, langkahnya langsung menuju sebuah kamar di dalam. Keluarga dan kerabat yang telah menanti pun menyambutnya dengan isak tangis yang makin menjadi. Suasana haru itu begitu menyayat.

Di sisi Arum, Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam tak henti memberikan pendampingan. Tangannya terlihat merangkul pundak Arum, mencoba memberi kekuatan di tengah kepedihan yang mustahil terucap dengan kata-kata.

"Sabar ya, sabar,"

begitu bisik Seala, berusaha menenangkan.

Kisah pilu ini berawal dari hilangnya Alvaro Kiano Nugroho sejak Maret 2025. Pencarian yang berbulan-bulan akhirnya berujung tragis. Minggu (23/11) lalu, seorang bocah berusia 6 tahun itu ditemukan sudah menjadi kerangka di Kali Cirewet, Kabupaten Bogor.

Untuk memastikan identitasnya, Arum terpaksa menjalani tes DNA yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebuah proses yang pastinya menambah beban batin seorang ibu.

Di sisi lain, polisi telah menetapkan ayah tiri Alvaro, Alex, sebagai tersangka dalam dugaan penculikan dan pembunuhan. Namun, alur pemeriksaan terpaksa berakhir tragis. Alex ditemukan tewas bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, menutup cerita dengan warna yang makin suram.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar