Dalam sebuah konferensi pemuda Katolik nasional yang digelar di Indianapolis, Indiana, Paus Leo XIV menyampaikan pesan khusus untuk para pelajar. Di hadapan sekitar 15.000 pemuda AS, ia secara tegas mengingatkan agar mereka tidak memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Pesan ini terlontar pada sesi tanya jawab, Jumat (21/11) waktu setempat. Lewat siaran video langsung, Paus berbicara dengan nada yang cukup akrab namun serius.
“Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang,” ujarnya, seperti dikutip Reuters sehari setelah acara.
“Jangan memintanya mengerjakan pekerjaan rumah Anda,” tambahnya singkat.
Selama sekitar 40 menit, Paus pertama AS itu berdialog dengan para peserta muda. Ia tak hanya menjawab pertanyaan seputar iman Katolik, tapi juga memberi nasihat tentang cara berteman di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, Paus juga tak menghindar dari isu politik. Seperti diketahui, ia dikenal kritis terhadap kebijakan anti-imigran yang pernah diusung Donald Trump.
Ia mengingatkan bahwa Yesus menginginkan umat Kristen menjadi pembangun jembatan, bukan tembok. Pernyataan ini seolah menyiratkan kritik yang pernah dilontarkan mendiang Paus Fransiskus terhadap Trump.
“Harap berhati-hati untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang gereja,” pesan Leo kepada kaum muda.
“Gereja bukan milik partai politik mana pun,” tegasnya.
“Sebaliknya, gereja membantu membentuk hati nurani kalian agar kalian dapat berpikir dan bertindak dengan kebijaksanaan dan kasih,” pungkas Paus menutup pertemuan.
Artikel Terkait
Pengacara Tom Lembong dan Nadiem Makarim Kritik Penegakan Hukum yang Dianggap Serampangan dan Ancam Masa Depan Negara Hukum
Pemkot Makassar Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun
Wakil Rektor UGM: Demokrasi Indonesia Bangkrut Akibat Defisit Reformasi Sistemik
Viral Risol Matcha Picu Perbandingan dengan Dadar Gulung, Jajanan Tradisional Khas Makassar