Delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo kini tak bisa keluar negeri. Polda Metro Jaya sudah mengirimkan surat pencekalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah mereka kabur.
Mereka adalah Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dr Tifauzia Tyassuma, Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Semuanya dicekal bepergian ke luar wilayah Indonesia.
Di sisi lain, mereka masih boleh keluar kota asal tetap mematuhi kewajiban wajib lapor. "Kalau ke luar kota boleh, tapi saat jadwal wajib lapor mereka harus hadir," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat ditemui di kawasan Semanggi, Kamis (20/11/2025).
Menurut Budi, pencekalan ini wajar mengingat status mereka sudah sebagai tersangka. "Artinya, pencekalan untuk menghindari mereka pergi ke luar negeri," ujarnya. Langkah ini diambil sementara proses penyidikan masih terus berjalan.
Artikel Terkait
Juru Parkir Diamankan Usai Pengeroyokan di Makassar Bermula dari Sengketa Karcis
Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakati Penataan Kawasan Pelabuhan dan Pembangunan Taman Km 0
Mahfud MD Jelaskan Batasan Makar: Kritik dan Gerakan Rakyat Bukan Penggulingan Pemerintah
Pria Ditemukan Tewas di Kamar Mess, Polisi Duga Meninggal karena Sakit