Pengakuan Mantan Koordinator: Tamu Muldoko Solo Dikoordinir, Bukan Sukarela?

- Selasa, 18 November 2025 | 16:00 WIB
Pengakuan Mantan Koordinator: Tamu Muldoko Solo Dikoordinir, Bukan Sukarela?
Fakta di Balik Tamu Rumah Muldoko Solo: Koordinasi Massa Terungkap

Fakta di Balik Tamu Rumah Muldoko Solo: Koordinasi Massa Terungkap

Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari akun Facebook Kang Julid, yang mengaku sebagai mantan bagian dari Geng Solo. Ia membongkar mekanisme di balik kunjungan tamu-tamu ke rumah Muldoko di Solo.

Mekanisme Terstruktur di Balik Kunjungan Massa

Menurut pengakuannya, setiap hari orang yang datang ke rumah Muldoko bukanlah tamu biasa yang datang secara sukarela. Ada skema terstruktur yang mengaturnya.

Seorang koordinator dengan inisial Bambang Saptono disebut sebagai dalang yang mengundang dan mengatur para tamu. Mereka yang datang dibagi ke dalam kelompok-kelompok atau kloter tertentu, layaknya sistem rombongan yang terorganisir.

Lebih lanjut diungkapkan, mayoritas tamu yang diundang oleh Bambang Saptono didominasi oleh para content creator, seperti Tiktokers dan YouTuber. Hal ini diduga kuat sebagai bagian dari strategi propaganda untuk membangun narasi tertentu di masyarakat.

Pengakuan dari Mantan Panitia Koordinator

Kang Julid menegaskan bahwa ucapannya bukanlah omong kosong. Ia mengaku pernah terlibat langsung sebagai panitia yang bertugas mengkoordinir massa untuk kegiatan serupa. Pengalaman firsthand inilah yang menjadi dasar pengakuannya.

Sebagai bukti, ia menyimpan koleksi kaos yang menurutnya menjadi alat bukti bahwa tamu-tamu di rumah Solo memang sengaja diundang dan dikoordinir dalam sebuah struktur yang jelas. Meski demikian, ia mengaku merasa jijik menyimpan kaos-kaos bergambar yang ia sebut sebagai "setan" tersebut.

Pengakuan ini memunculkan pertanyaan baru tentang objektivitas dan kesukarelaan dari kunjungan-kunjungan yang selama ini terlihat spontan di rumah Muldoko.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar