Penurunan Kondisi dan Akhir Hayat
Hari-hari berikutnya menjadi masa kritis bagi Dona. Pada tanggal 15 November, ia hanya mampu mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat sedikit. Aktivitas fisiknya masih teramati, namun kekuatan tubuhnya terus menurun drastis.
Puncaknya pada tanggal 16 November 2025, Dona ditemukan dalam keadaan sangat lemah dan tidak mampu lagi untuk berdiri. Tim medis yang segera menuju lokasi harus menerima kenyataan pahit bahwa Dona telah menghembuskan napas terakhirnya. Saat ditemukan, gajah malang tersebut sudah tidak bernapas dengan lidah yang terlihat pucat.
Tindak Lanjut dan Komitmen TNWK
Balai TNWK telah melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Untuk mengetahui penyebab kematian yang pasti, prosedur nekropsi atau bedah bangkai telah dilakukan pada sore hari di tanggal yang sama.
Pengelola Taman Nasional Way Kambas menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian Dona. Mereka menegaskan bahwa segala upaya maksimal telah dilakukan oleh tim medis dan pengelola lapangan sejak gejala awal penyakit terdeteksi.
Kedepannya, Balai TNWK berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya kesehatan satwa, pengawasan populasi, serta pengelolaan kesejahteraan bagi semua gajah binaan dan liar di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Artikel Terkait
Gelombang Solidaritas di Jembatan Galata: Istanbul Tolak Diam Atas Gaza
Hari Kedelapan Pencarian: Basarnas Perpanjang Misi Selamatkan Pelatih Valencia dan Anaknya di Labuan Bajo
Kediri Bertumbuh: Dari Sunyi Goa hingga Riuh Pesantren
Tawuran di Terowongan Manggarai Ricuh, Kembang Api dan Pecahan Kaca Bikin Pengendara Terjebak