Halte Tosari Lama di Jakarta: Kisah Sepi Menunggu Pembongkaran
Sebuah bangunan kecil berdiri tanpa perhatian di kawasan Thamrin Plaza, Jakarta Pusat. Inilah Halte Tosari lama, yang dulunya ramai, kini hanya menyisakan kesunyian. Tak ada lagi penumpang yang menunggu, tak ada aktivitas naik-turun bus. Hanya rangka bangunan yang masih bertahan, menanti keputusan akhir untuk dibongkar.
Lokasinya persis di depan Thamrin Plaza dan berada di sebelah selatan Halte Tosari baru yang modern. Perbedaannya sangat mencolok: halte baru dipadati penumpang TransJakarta, sementara halte lama terbengkalai tanpa kehidupan.
Dari dekat, kondisi halte tua ini terlihat memprihatinkan. Tidak ada kursi tunggu, tidak ada petugas, tidak ada aktivitas sama sekali. Catnya mengelupas dimakan waktu, beberapa bagian sudah berkarat. Meski struktur utamanya masih kuat, bangunan ini telah kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat berlindung penumpang.
Seorang petugas kebersihan jalanan yang berjaga di area tersebut mengonfirmasi kondisi ini. "Sudah kosong lama," ujarnya. Menurut pengakuannya, tidak ada lagi penumpang yang menggunakan halte tersebut sejak halte baru di seberang mulai beroperasi.
"Semua penumpang sekarang naik turun dari halte yang baru," tambahnya sambil menunjuk ke arah bangunan modern di seberang jalan.
Rencana Pembongkaran Halte Terbengkalai
Nasib Halte Tosari lama sejalan dengan komitmen pemerintah DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung menyatakan akan membersihkan ibu kota dari fasilitas publik yang sudah tidak terpakai, termasuk shelter Transjakarta dan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terbengkalai.
"Tidak perlu alasan khusus untuk membongkar halte-halte yang sudah tidak terpakai. Seperti yang di BNN sudah dibongkar. Nanti di Tosari pun, yang di jantung Jakarta, akan saya bongkar yang samping. Sudah dibuat halte yang bagus, masa sebelahnya dibiarkan terbengkalai?" tegas Pramono.
Proses pembongkaran tidak dilakukan secara instan. Pemerintah provinsi harus mempertimbangkan aspek anggaran dan hukum sebelum mengambil tindakan. Meski demikian, komitmen untuk menata ulang kawasan dan menghilangkan bangunan tidak terpakai tetap menjadi prioritas.
Halte Tosari lama kini benar-benar hanya menunggu waktu. Bangunan yang pernah menjadi bagian penting transportasi Jakarta ini bersiap mengakhiri perannya, meninggalkan kenangan bagi mereka yang pernah merasakan suasana ramainya di masa lalu.
Artikel Terkait
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru
Menag Umar Sampaikan Ucapan dan Harapan Damai di Tahun Baru Imlek 2577