Pemangkasan Pohon Jakarta Dipercepat, Antisipasi Tumbang Saat Puncak Hujan

- Sabtu, 15 November 2025 | 17:24 WIB
Pemangkasan Pohon Jakarta Dipercepat, Antisipasi Tumbang Saat Puncak Hujan

Pemprov Jakarta Percepat Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang Jelang Puncak Musim Hujan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung menginstruksikan percepatan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang. Langkah antisipasi ini dilakukan menyambut peningkatan curah hujan yang diprediksi mencapai puncaknya hingga Februari mendatang.

Koordinasi Intensif dengan Dinas Pertamanan

Pramono Anung menyatakan telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Fokus utama saat ini adalah melakukan pemotongan terhadap pohon-pohon berukuran besar yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi untuk tumbang.

"Konsentrasi utama kami saat ini adalah memotong pohon-pohon besar sebelum memasuki periode curah hujan tinggi yang dimulai November, berlanjut ke Desember, dan puncaknya di Februari," jelas Pramono dalam keterangan pers di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu (15/11).

Antisipasi Kecelakaan Akibat Pohon Tumbang

Kebijakan pemangkasan pohon ini merupakan langkah pencegahan untuk menghindari terulangnya insiden pohon tumbang yang menimbulkan korban jiwa. Gubernur menekankan pentingnya tindakan preventif ini untuk keselamatan warga Jakarta.

"Kami tidak ingin kejadian seperti di Pondok Indah dan Dharmawangsa terulang kembali. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami," tegas Pramono Anung.

Belajar dari Insiden Pohon Tumbang Sebelumnya

Beberapa insiden pohon tumbang telah terjadi di Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu insiden paling tragis terjadi di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dimana pohon tumbang menimpa lima kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa.

Dengan program pemangkasan pohon rawan tumbang ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi seluruh warga selama musim penghujan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar