Ledakan SMAN 72 Jakarta: 3 Bom Masih Aktif Ditemukan di Lokasi, Ini Temuan Polisi

- Selasa, 11 November 2025 | 21:50 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: 3 Bom Masih Aktif Ditemukan di Lokasi, Ini Temuan Polisi

Ledakan SMAN 72 Jakarta: 3 Bom Masih Aktif Ditemukan di Lokasi

Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Total tujuh perangkat bom berhasil diidentifikasi di lingkungan sekolah, dengan tiga di antaranya masih dalam kondisi aktif dan siap meledak.

Lokasi Penemuan Bom di Lingkungan Sekolah

Menurut keterangan Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, proses penyelidikan mengungkap penyebaran bom di tiga lokasi berbeda di area sekolah. Dua perangkat bom pertama ditemukan telah meledak di dalam masjid sekolah, meninggalkan bekas kawah ledakan yang signifikan.

Lokasi kedua penemuan berada di bank sampah sekolah, di mana tim kepolisian menemukan empat perangkat bom. Dari jumlah tersebut, dua bom telah meledak sementara dua lainnya berhasil diamankan dalam keadaan masih aktif.

Bom Tersembunyi dalam Kaleng Minuman

Lokasi ketiga penemuan berada di taman baca sekolah. Bom ketujuh ini ditemukan dalam kondisi terkamuflase dengan sangat rapi. Perangkat peledak tersebut disembunyikan di dalam casing kaleng minuman yang dilengkapi dengan sumbu bakar dan remote kontrol.

Mekanisme Peledakan Menggunakan Remote

Analisis kepolisian menunjukkan bahwa bom yang meledak di masjid seharusnya tidak aktif pada saat kejadian. Temuan remote kontrol di taman baca mengindikasikan bahwa pelaku berencana meledakkan bom dari jarak jauh, bukan secara langsung di dalam masjid.

Proses Penjinakan dan Sterilisasi

Tim penjinak bom berhasil menonaktifkan ketiga bom yang masih aktif tersebut. Proses sterilisasi ulang dilakukan di seluruh tempat kejadian perkara untuk memastikan tidak ada lagi ancaman yang tersisa di lingkungan sekolah.

Operasi pengamanan mencakup penjinakan bom aktif, pengamanan bahan peledak, dan observasi menyeluruh di seluruh area yang terdampak ledakan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar