Penyebab Meninggal Totok Sardjan, Mertua Once Mekel, Terungkap

- Rabu, 05 November 2025 | 17:50 WIB
Penyebab Meninggal Totok Sardjan, Mertua Once Mekel, Terungkap

Once Mekel Ungkap Penyebab Meninggalnya Ayah Mertua, Totok Sardjan

Penyanyi Once Mekel berduka atas meninggalnya ayah mertua, Totok Sardjan, yang tutup usia pada Selasa (4/11) pukul 15.10 WIB. Musisi senior ini telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (5/11).

Dalam pernyataan resminya, Once Mekel mengungkapkan penyebab meninggal Totok Sardjan adalah komplikasi penyakit jantung dan infeksi. Almarhum diketahui telah dirawat intensif di Rumah Sakit Pertamina selama lebih dari dua minggu sebelum menghembuskan napas terakhir.

"Bapak Totok Sardjan, mertua saya, sudah dirawat kurang lebih dua minggu lebih di Rumah Sakit Pertamina karena gejala penyakit jantungnya cukup serius," jelas Once Mekel saat prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir.

Kondisi kesehatan Totok Sardjan sempat memburuk dalam dua hari terakhir perawatan. "Dalam dua hari terakhir kondisinya menurun, sempat cuci darah juga karena ada infeksi," tambah Once.

Menariknya, Once Mekel menegaskan bahwa penyakit yang diderita ayah mertuanya bukan disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Totok Sardjan dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan tidak merokok.

"Sebetulnya, bapak mertua saya ini orangnya relatif sangat sehat, sangat aktif, rajin olahraga, bahkan almarhum tidak merokok," kenang Once. "Dia badannya sangat kuat. Bahkan saya kalau lagi main tennis sama dia kayaknya kuatan dia."

Once Mekel juga berbagia kenangan mendalam tentang sosok Totok Sardjan sebagai musisi berbakat dan kakek yang penyayang. Ia mengaku banyak belajar hal-hal teknis dari almarhum, mulai dari obrolan tentang mobil, motor, hingga alat musik.

Di akhir pernyataannya, Once Mekel mengucapkan doa terbaik untuk almarhum. "Semoga arwah almarhum mertua saya diberikan tempat yang indah di surga dalam keabadian bersama Sang Pencipta. Jika ada kesalahan dari almarhum, kami mohon maaf."

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar